Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Prabowo Subianto Resmi Diusung Kembali Ikut Pilpres 2019


Organisasi pemuda Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) resmi mengusung kembali Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk Pilpres 2019.

Keputusan ini disampaikan setelah sayap Partai Gerindra itu menggelar kongres di Hotel Singgasana Surabaya, 3-4 Desember.

"Tidak hanya mengusung dan mendukung, tapi juga memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden periode menda­tang," ujar Ketua Umum Tidar, Aryo Djojohadikusumo, seperti dilansir Rakyat Merdeka, Senin (5/12).

Menurut dia, selaku sayap organisasi, sudah merupakan kewajiban untuk memenangkan calon pemimpin yang diusung partainya.

"Pak Prabowo yang pada Pemilihan Presiden 2014 harus mengakui Joko Widodo sehingga pada 2019 kami harus lebih berusaha bekerja semaksimal mungkin mengantar dan memenangkannya," ucap anggota Komisi VII DPR tersebut.

Aryo optimistis dengan persiapan yang lebih baik akan mampu bekerja lebih dibandingkan sebelumnya. Termasuk sumber daya manusia dan kader yang dimiliki Tidar sebagai organisasi pemuda di bawah naungan Gerindra. [jpnn]

Selesai "Parade Kita Indonesia", Dua Petinggi Golkar Berantem


Setelah digelarnya aksi ‘Kita Indonesia’ Minggu (4/12/2016) pagi selesai, justru ada dua kader Partai Golkar berantem. Kabarnya mereka ribut soal jumlah massa yang dikerahkan karena dianggap tidak sesuai estimasi.

Dua kader yang ribut itu sempat terlibat adu mulut. Duanya adalah Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi dengan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar, Fahd El Fouz Arafiq.

Kabar yang beredar di kalangan wartawan, Fahd menuding Fayakhun gagal mengerahkan 10.000 massa untuk ikut aksi Kita Indonesia. Tapi hal itu dibantah, Fayakhun membantah tudingan tersebut hingga perdebatan terjadi.

Saat hal ini ditanyakan kepada Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar, Yorrys Raweyai tidak membatah. Menurut Yorrys, keduanya berdebat soal internal partai. Tapi hal itu tidak berlagsung lama setelah Yorrys turun tangan menenangkan keduanya.

“Ya biasa soal internal Golkar. Ribut-ribut terus saya marah, bubarlah, ngapain ribut tidak pada tempatnya. Kejadiannya sudah selesai parade saat duduk-duduk di depan, terus ribut adu mulut berdua, ya kan nggak enak, masak sesama kader begitu,” kata Yorrys saat dikonfirmasi.

Menurut Yorrys, keduanya kini sudah saling bisa memahami dan memaafkan. “Saya sempat marah, terus sudah saling memaafkan,” kata dia. [poskota]

Massa Aksi 412 Kecewa, Janjinya Dibayar Rp 150 Ribu tapi Dipotong Jadi Rp 50 Ribu


Tidak semua peserta aksi 412 yang bertajuk 'Kita Indonesia' puas dengan acara tersebut. Alasannya, sebagian dari mereka kecewa dengan panitia soal pembagian uang transportasi yang tidak merata.

Salah seorang peserta aksi yang berasal dari Jakarta Utara mengaku, dijanjikan uang transportasi Rp 150 ribu untuk ikut dalam aksi ini oleh Partai NasDem.

Namun, ia kecewa lantaran uang yang diterima hanya Rp 50 ribu per orang.

"Tadi dijanjiin 150 ribu, tapi kita terima 50 ribu. Kecewa lah kita, shubuh-shubuh udah disuruh siap-siap," kata Murnanih kepada TeropongSenayan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Selain itu, Yadi dari Jakarta Barat merasakan hal yang sama. Ia kecewa lantaran uang transportnya dari Partai Golkar dipotong Rp 50 ribu oleh pihak yang mengajaknya. Jadinya, keluhnya, ia hanya mendapat Rp 100 ribu dari aksi 'Kita Indonesia'.

"Janjinya 150 ribu, tapi dipotong ini kenyataannya. Makan sih dapet, tapi kan ga sesuai kesepakatan," ungkapnya.

Sementara itu, ada juga peserta aksi 'Kita Indonesia' yang memang sengaja datang ke Bundaran Hotel Indonesia tanpa ada ajakan ataupun bayaran. 

Salah satunya Rachel yang ditemui TeropongSenayan yang mengaku kedatangannya itu untuk menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia.

"Kebetulan saya sama teman-teman memang sudah niat, untuk hadir ke sini. Tanpa ada bayaran apapun, kita memang sangat antusias dengan semangat kebersamaan," pungkasnya. [tsc]

Friday, December 2, 2016

Aa Gym Bantu Punguti Sampah di Monas



Usai melaksanakan Sholat Jumat di halaman Monumen Nasional (Monas) Aksi Bela Islam ditutup. Aksi tersebut berakhir dengan tertib, aman, dan damai.

Sambil meningalkan halaman Monas Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) bersama santrinya ikut membantu membersihkan halaman Monas. Sampah yang besar sampai yang terkecil dipungut santri-santri dari Daarut Tauhid meski dalam kondisi hujan.

Aa Gym mengatakan, awalnya halaman Monas bersih, setelah umat Islam pulang juga harus bersih. "Takbir itu bagus, tapi memungut sampah juga harus," kata Aa Gym di halaman Monas usai ditutupnya Aksi Bela Islam, Jumat (2/12).

Selain itu, Aa Gym juga bersyukur dan berterimakasih karena Presiden Jokowi datang ke Monas. Menurutnya, hal tersebut luar biasa. Sangat menghargai, menghormati dan mensyukuri karena memang inginnya menjadi selalu lebih baik dalam segala hal. "Jadi kejadian ini jangan hanya (dilihat, red) kejadiannya, tapi bagaimana seluruh elemen bangsa mendapat pelajaran," ujarnya.

Kemudian, Aa Gym bersama para santrinya melanjutkan kembali kegiatan bersih-bersih di halaman Monas. Tanpa ragu-ragu dan takut tangannya kotor, para santri Daarut Tauhid memungut sampah bersama gurunya (Aa Gym).

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/02/ohjttq284-aa-gym-bantu-punguti-sampah-di-monas

'Kami Menuntut Penegakan Hukum Penistaan Agama'



Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan para peserta doa bersama menuntut penegakan hukum atas penistaan agama.

"Tidak ada isu penggulingan kekuasaan, tidak ada isu SARA. Ini hanya persoalan penegakan hukum," kata Hidayat Nur Wahid ketika mengisi tausyiah pada acara doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

Ia menjelaskan kegiatan hari Jumat hanyalah doa bersama dari umat Islam yang peduli dan membela terhadap Alquran. Ribuan peserta doa nampak telah memenuhi kawasan Monas dengan membawa bekal dan perlengkapan ibadah masing-masing, yang kebanyakan berasal dari luar daerah Jakarta.

Peserta doa bersama terlihat khidmat dan khusuk mengikuti kegiatan doa bersama, dengan beberapa anggota keamanan menjaga barisan-barisan shaf yang telah dipersiapkan. Puluhan truk pembawa air wudhu juga telah tersedia di berbagai titik di seputar lingkaran Monas untuk memfasilitasi para peserta doa bersama yang ingin menggelar shalat Jumat bersama.

Ketika Ustadz Arifin Ilham membawakan tausyiah doa-doa dan pesan damai, ratusan peserta putri doa bersama terlihat menunduk dan menitikkan air mata sembari menengadahkan tangannya. Selain itu para peserta juga masih terlihat khusyuk ketika hujan gerimis sempat turun di wilayah Monas. Teriakan-teriakan jihad selalu dikumandangkan diantara kelompok-kelompok peserta.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/02/ohjkpx335-kami-menuntut-penegakan-hukum-penistaan-agama

Jokowi Bergabung dengan Massa Aksi 212



Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan ikut shalat jumat bersama masa aksi 2 Desember 2016. Ia berjalan kaki dari Istana Kepresidenan menuju area berkumpul masa aksi 2/12 di silang monas.

Di tengah guyuran hujan, Jokowi-JK dipayungi oleh paspampres. Tampak keduanya menggunaan baju putih dan celana hitam. Ia didampingi Menko Polhukam, Wiranto. Penjagaan ketat pun diberlakukan dari aparat gabungan TNI dan Polri.

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/02/ohjjzo335-jokowi-bergabung-dengan-masa-aksi-212

'Payung Jokowi' Mendadak Jadi Sorotan Pengguna Media Sosial, Ini Gara-garanya



Coba Anda ketik kata 'Payung' pada mesin pencarian di jejaring sosial Twitter.

Ya, Anda akan menemukan sederet kicauan tentang payung yang digunakan Presiden Joko Widodo saat meninjau aksi di silang Monumen Nasional.

Kicauan tersebut ramai setelah beredar di dunia maya, foto Joko Widodo beserta rombongan saat meninjau Aksi Super Damai 212.

Hal ini menjadi perhatian para netizen lantaran saat rombongan datang, Jokowi--sapaan karib Joko Widodo--membawa payungnya sendiri.

Tampak di antara rombongan itu, selain Jokowi, ada pula Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Foto tersebut diunggah oleh akun Twitter milik Kemenko Polhukam RI, @PolhukamRI, Jumat (2/12/2016).

"Menko Polhukam @wiranto1947 dampingi Presiden @jokowi & Wapres @Pak_JK mnuju monas utk Sholat Jum'at bersama masy dlm Aksi Damai III, (2/12)," kicau akun tersebut.

Praktis, 'fenomena' tersebut memancing komentar para netizen yang melihatnya di linimasa.

Salah satunya komentar akun @adimasnuel yang mengatakan bahwa dalam foto tersebut, gestur Jokowi sangat menarik dan dalam.

"Presiden bergabung bersama rakyat yg menuntut ketika hujan deras dan bawa payung sendiri (padahal bisa dibawakan). Gesture menarik & dalam," kicau akun @adimasnuel.

Komentar lain juga dilontarkan akun @setio saat melihat foto rombongan Jokowi menggunakan payung tersebut.

"Jokowi pegang payung sendiri. Pak JK dipayungin Menag. Pak Wiranto... ujannya takut sama Pak Wiranto :(," kicau @setio.

Pemandangan tersebut pun menggelitik penyair Goenawan Mohamad untuk berkomentar melalui akun Twitter miliknya @gm_gm.

"Presiden kita: berjalan dlm hujan, membawa payung sendiri, di antara orang2 yg membencinya dan pernah memfitnahnya," cuit akun @gm_gm.

‏Rasa suka cita juga dialami akun @RisaHart yang melihat pemandangan saat sang presiden sendiri payungnya.

"Pak Presidenku @jokowi hujan-hujan jalan keluar dari istana untuk shalat Jumat bersama, pegang payung sendiri. We love you Pak!" kicau @RisaHart

Jalan kaki
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kala berjalan kaki ke luar Istana Negara, Jumat (2/12/2016) siang.

Presiden dan Wapres berjalan menuju lokasi Salat Jumat massa aksi 212 di Monas.

Jokowi dan JK kompak memakai kemeja putih lengan panjang, lengkap dengan peci.

Jokowi dan JK memayungi diri mereka sendiri, mengarah ke lokasi Salat jumat di Monas.

Hujan deras mengguyur Monas dan sekelilingnya, hanya beberapa saat sebelum waktu Salat Jumat tiba.

Jokowi dan JK berjalan cepat sembari payungan dikawal beberapa pengawal.

Ikut dalam rombongan Jokowi-JK adalah Menko Polhukam Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Jokowi takbir
Usai melakukan Salat Jumat dengan peserta aksi damai 2 Desember, Presiden Joko Widodo, menyapa massa di Monumen Nasional (Monas).

Ditemani Wiranto, Menkopolhukam dan Habib Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI), Presiden Jokowi dengan lantang berbicara sambil menggenggam microphone.

"Terima kasih sudah hadir dan tertib, terima kasih atas doa-doa yang telah dipanjatkan," katanya di hadapan massa aksi, Jumat (2/12/2016).

"Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak Presiden Jokowi yang diikuti oleh massa aksi damai 2 Desember.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih sudah tertib," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memutuskan untuk menunaikan shalat Jumat bersama peserta doa bersama di silang Monumen Nasional.

Jokowi dan Kalla menuju area Monas dari Istana Merdeka sekitar 11.40 WIB.

Keduanya mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam.

Baik Jokowi maupun Kalla memakai peci hitam.

Hujan deras tak menghalangi langkah Jokowi dan Kalla menuju Monas.

Berpayung, Presiden dan Wakil Presiden dikawal sekira 30 anggota pasukan pengamanan presiden.

Sejumlah menteri tampak ikut dalam rombongan Jokowi dan Kalla.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2016/12/02/payung-jokowi-mendadak-jadi-sorotan-pengguna-media-sosial-ini-gara-garanya

Momen Menarik Aksi Damai 2 Desember dari Warga



Selalu ada pemandangan yang menarik dalam aksi demo, seperti aksi damai 2 Desember yang saat ini tengah berlangsung di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Sejak pagi ratusan ribu masyarakat berseragam putih dari bermacam-macam daerah telah memadati berbagai ruas jalan untuk berkumpul di satu titik, Monas.

Ternyata, tak hanya para pria dewasa yang mengikuti aksi damai yang berlangsung pada Jumat (2/12/2016). Nyatanya para ibu-ibu, remaja, anak-anak dan para penyandang difabel juga berpartisipasi dalam aksi 2 Desember tersebut.

Para ibu-ibu muda bahkan tak sungkan mengajak buah hati mereka yang masih balita dalam aksi damai 2 Desember tersebut.

Uniknya, mereka tak hanya mengikuti rangkaian acara berdoa atau pun shalat Jumat bersama. Segelintir warga bahkan sukarela membagikan makanan, minuman, sajadah, handuk secara gratis kepada para massa yang datang.

Para pedagang kuliner kaki lima juga terlihat membagikan dagangan mereka secara cuma-cuma kepada massa yang telah memadati kawasan Monas tersebut.

Berikut ini beberapa momen menarik yang dihimpun tim Citizen6 Liputan6.com selama aksi damai 2 Desember yang diunggah publik dalam akun jejaring sosial mereka:








Sumber:http://citizen6.liputan6.com/read/2667686/momen-menarik-aksi-damai-2-desember-dari-warga

Artis Ini Bawa Bayi Saat Aksi Damai 2 Desember



Aksi Damai 2 Desember sedang berlangsung. Massa yang datang dari berbagai daerah, termasuk Sumatera, tampak memadati kawasan Silang Monas sejak pagi.

Tidak hanya dari kalangan masyarakat, sejumlah artis juga terlihat melibatkan diri dalam momen ini. Salah satunya adalah pesinetron Cholidi Asadil Alam.

Dalam unggahan terbaru di akun facebook pribadinya, Cholidi Asadil Alam tampak hadir dengan membawa sang buah hati, Bahiya Hurun Ieyn Cholidiya. Bintang film Ketika Cinta Bertasbih itu yakin betul bahwa demo hari ini akan berjalan aman.

"With My Bahiya, Jumat 2 Desember 2016, Super Damai, bawa bayi juga boleh, Hehehe," tulis Cholidi Asadil Alam yang langsung mendapat banyak tanggapan positif.

Seperti diketahui, demo 2 Desember digelar sebagai lanjutan dari aksi 4 November 2016. Dalam aksi ini, massa menuntut penuntasan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kala mengunjungi warga di Kepulauan Seribu.

Demo 2 Desember akan berjalan super damai sesuai kesepakatan antara Pemimpin GNPF MUI Rizieq Shihab dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Rencananya, demo 2 Desember dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir setelah salat Jumat sekira pukul 13.00 WIB.

Sumber: http://showbiz.liputan6.com/read/2667636/artis-ini-bawa-bayi-saat-aksi-damai-2-desember

Berpayung Biru, Jokowi-JK Tiba di Monas Disambut Takbir



Presiden Jokowi memutuskan untuk menunaikan salat Jumat di Monas bersama peserta aksi damai 2 Desember. Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.

Selain didampingi JK, Jokowi berjalan kaki dari dalam Istana Merdeka menuju Monas ditemani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Wiranto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan.

Jokowi dan JK yang berkemeja putih terlihat memegang payung biru guna menghindari guyuran hujan. Sementara, Paspampres melakukan penjagaan ketat.

Saat tiba di lapangan Monas, Jokowi-JK dan rombongan langsung disambut takbir oleh peserta aksi damai 2 Desember. Jokowi-JK juga langsung diarahkan menuju panggung.

"Alhamdulillah dengan seizin Allah, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ikut salat Jumat bersama. Allah Akbar," ungkap pemimpin aksi damai 2 Desember, KH Bachtiar Nasir.

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2667646/berpayung-biru-jokowi-jk-tiba-di-monas-disambut-takbir

Tuesday, November 29, 2016

Murid SD di Banda Aceh Serahkan Dana Aksi Bela Islam



Sejumlah Murid Sekolah Dasar (SD) dari SD 22 dan SD 67 Percontohan Banda Aceh, Senin (28/11/2016) mendatangi Posko Penggalangan Dana Aksi Bela Islam yang didirikan Anggota Front Pembela Islam (FPI) Banda Aceh di Jalan Mohd Jam, Banda Aceh

Para murid tersebut menyerahkan uang cash Rp 190.000 kepada petugas posko. Uang tersebut dikumpulkan selama tiga hari dari teman-teman mereka di beberapa SD dan MIN di Banda Aceh.

Muhammad Sabar Sauki, Murid SD 22 anda Aceh yang ikut dalam kegiatan itu mengatakan aksi ini dilakukan tidak ada campur tangan pihak sekolah, kami melakukan atas inisiatif sendiri.

Sementara itu Sekretaris FPI Aceh, Taufik Abu Bakar mengatakan hingga hari ini dana yang terkumpul dari pengguna jalan di posko itu telah mencapai Rp 70.000.000 lebih.

Pihaknya menargetkan akan memberangkatkan sedikitnya 1000 Anggota FPI Aceh ke Jakarta.

Uang itu nantinya digunakan untuk memberangkatkan anggota FPI dalam aksi Bela Islam yang akan diikuti massa dari berbagai provinsi di Indonesia pada 2 Desember 2016 mendatang di Ibukota Jakarta. (*)

http://aceh.tribunnews.com/2016/11/28/murid-sd-di-banda-aceh-serahkan-dana-aksi-bela-islam

Monday, November 28, 2016

Beri Penghormatan untuk Guru, Jokowi Tundukkan Badan di Atas Panggung




Presiden Joko Widodo menjadi tamu spesial dalam peringatan Hari Guru Nasional yang dihelat di Sentul. Pada acara itu, hadir belasan ribu guru yang berasal dari sekurangnya 13 organisasi persatuan guru di Indonesia.

Pada sambutannya, Presiden Jokowi memberikan rasa hormat tertinggi pada para guru. Jokowi menunjukkan hal ini dengan membungkukkan badan khas salam hormat di Jepang.

Kejadian ini bermula ketika Jokowi menyampaikan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Hal ini sebagaimana sosialisasi empat pilar yang masih terus disampaikan.

"Pertama, saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan keberagaman kita. Yang berkaitan dengan NKRI, yang berkaitan dengan Pancasila, yang berkaitan dengan UUD 1945 dan yang berkaitan dengan Bhinneka Tunggal Ika," kata Jokowi di awal sambutan di di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Minggu (27/11/2016).

Lantas Jokowi meminta kepada para guru untuk menyampaikan kepada para murid tentang nilai keberagaman yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, tak ada satupun negara di dunia yang memiliki sebanyak keberagaman sebanyak di Indonesia.

"Karena bapak ibulah yg bisa membimbing, mengisi anak-anak didik kita agar mereka tahu secara jelas betapa negara kita, Indonesia ini adalah beragam. Tidak ada di negara manapun di seluruh dunia ini yang memiliki 17 ribu pulau. Ada 516 kabupaten/kota. Ada 34 provinsi. Ada 700 suku. Dan 1100 bahasa lokal di negara kita. Betapa kita ini sangat beragam," ujar Jokowi.

"Saya bisa menyampaikan ini, bisa merasakan karena saya sudah datang di ujung barat, di titik nol, di Sabang, Aceh. Kemudian di ujung timur, di Merauke. Kemudian di utara, di Pulau Miangas yang jaraknya 12 jam dari Manado. Saya presiden pertama yang ke sana. Pulaunya kecil hanya dihuni kurang lebih 800 orang," imbuhnya.

Ia melanjutkan, keberagaman ini adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada Indonesia. Dan atas pemberian itu, tugas selanjutnya ialah merawat perbedaan tersebut.

Dengan menyampaikan kepada para peserta didik, Jokowi berharap generasi mendatang akan semakin sadar bahwa masyarakat yang berbeda tersebut adalah bersaudara.

"Kita semua adalah saudara. NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah saya minta kepada bapak ibu guru untuk sampaikan pada murid agar tetap satu, tetap rukun. Karena hanya kepada bapak ibu guru lah saya ingin sampaikan ini agar anak didik kita, bangsa ini ke depan tetap 1 NKRI dalam keadaan dan situasi apapun," tutur Jokowi.

Jokowi kemudian memberikan penghormatan kepada para guru. Menurutnya, guru adalah orang yang memegang peran ketika seorang murid bisa menjadi pemimpin.

"Karena yg menjadikan seorang itu jadi jenderal, jadi menteri dan saya sendiri bisa berdiri di sini jadi presiden kareja bapak ibu guru," ujarnya.

Setelah mengucapkan hal itu, Jokowi bergeser dari podium tempatnya memberi sambutan. Ia bergeser ke kiri podium dan menundukkan badan, seperti hormat yang biasa dilakukan orang Jepang.

"Saya ingin memberikan penghormatan kepada bapak ibu guru," ucapnya sembari menunduk. Para guru yang hadir pun pangsung merespons dengan tepuk tangan.

"Tanpa itu, saya tidak bisa berdiri di sini sebagai Presiden Indonesia," lanjut Jokowi memberi sambutan di podium. 
(jbr/fjp) [detik]

Sunday, November 27, 2016

Tiga Jam Diinterogasi OJK, Ini Hasil Pemeriksaan Bos Pandawa Group




Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini kembali memanggil Pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto. Pemanggilan Nuryanto sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB tersebut membahas tentang kelanjutan nasib Pandawa Group.

Ketua Satgas Waspada Tongam L Tobing menjelaskan, kedatangan Nuryanto terkait dengan klarifikasi mengenai isu serta pemberitaan penghimpunan dana Pandawa Group yang masih dilakukan.

"Dalam perkembangannya, banyak informasi yang tidak seragam di masyarakat Depok. Karena beberapa pemberitaan tidak secara utuh diberikan. Pihak Nuryanto pada tanggal 23 November lalu, telah mengeluarkan siaran pers di kantornya. Yang Seolah-olah KSP Pandawa Mandiri Group tidak taat keputusan," terang Tongam usai pemeriksaan di Kantor OJK, Senin (28/11/2016).

Dalam pertemuan itu, Tongam mengatakan, OJK bersama dengan Satgas Waspada Investasi telah memutuskan dan mengklarifikasi sejumlah hal. Antara lain, tidak mencabut izin usaha KSP Pandawa Mandiri Group, tetapi meminta agar kegiatan KSP Pandawa Mandiri Group harus tunduk pada ketentuan tentang perkoperasian.

Kemudian, penghimpunan dana masyarakat yang dilakukan oleh Salman Nuryanto dan Pandawa Group dengan memberikan bunga 10% per bulan bukan merupakan kegiatan KSP Pandawa Mandiri Group, karena, dalam kegiatan KSP tidak terdapat istilah investor. Dan pemberian imbalan bunga 10% per bulan tidak terdapat dalam peraturan KSP Pandawa Mandiri Group yang disetujui oleh Rapat Anggota.

"Salman Nuryanto dalam pertemuan tadi juga telah memberikan pernyataan, bahwa dirinya dan Pandawa Group telah menghentikan penghimpunan dana masyarakat sejak tanggal 11 November 2016 dan menghentikan pemberian bunga dana investor yang saat ini 10% per bulan," ungkap Tongam.

"Nuryanto juga berjanji mengembalikan dana investor seluruhnya pada tanggal jatuh tempo paling lambat 1 Februari 2017," terangnya.

Atas kasus ini, OJK dan Satgas Waspada Investasi melarang kegiatan penghimpunan dana masyarakat yang memberikan bunga 10% per bulan yang dilakukan oleh Salman Nuryanto atau Pandawa Group atau KSP Pandawa Mandiri Group karena diduga melanggar Pasal 46 UU Perbankan. (drk/drk) [detik]

Habib Rizieq Sambut Baik Usul Rujuk Nasional Gagasan MUI




Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab setuju dengan usulan "rujuk nasional" yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI). Rujuk nasional ini dimaksudkan untuk dialog antara pimpinan negara, tokoh ormas, ulama, dan masyarakat.

"Rujuk nasional yang melibatkan seluruh tokoh-tokoh dalam negeri bagaimana berdialog mencari solusi bagi problematika yang dihadapi, kami GNPF MUI, kami sambut usulan tersebut. Insya Allah ke depan kita lebih menggiatkan berdialog," kata Habib Rizieq dalam jumpa pers bersama di kantor MUI Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Ketum MUI Ma'ruf Amin sebelumnya menyebut rujuk nasional diperlukan setelah aksi Bela Islam III di Monas pada 2 Desember. Menurut Ma'ruf, rujuk nasional bisa dimanfaatkan sebagai sarana diskusi antara pihak pemerintah, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak lainnya. 

"Lebih mantap lagi jadi pada Desember 212, mudah-mudahan sesudah itu juga ada tindak lanjut lagi yaitu kami mengusulkan adanya dialog nasional dalam rangka merajut kembali kesatuan persatuan bangsa menuju rujuk nasional. Kembalinya kita secara nasional untuk menjadi bangsa yang utuh bangsa yang saling menghormati saaling menolong saling membantu dalam rangka membangun negeri yang kita cintai ini menjadi negeri yang damai dan aman dan negeri yang sejahtera," tutur Ma'ruf di awal jumpa pers.

GNPF MUI sudah menyepakati pemindahan lokasi aksi Bela Islam III dari semula di Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin berpindah ke Monas. Polri siap mengamankan jalannya aksi yang diisi dengan kegiatan ibadah.

"Akhirnya kita mencapai kesepakatan dilaksanakan di Monas dari jam 8 sampai jam 1 dalam bentuk kegiatan suci, kegiatan keagamaan, zikir, tausiyah dan diakhiri salat bersama," imbuhnya.


(fdn/tor) [detik]

Kapolri dan GNPF MUI Sepakat: Aksi 2 Desember Digelar di Monas




Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan tokoh-tokoh dari GNPF di kantor MUI terkait rencana demonstrasi 2 Desember mendatang. Aksi disepakati tidak dilakukan di jalan protokol, tapi di Monumen Nasional.

"Akhirnya kita capai kesepakatan di Monas, jam 08.00 sampai jam 13.00 WIB," kata Tito dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Tito mengatakan kesepakatan ini diambil setelah melalui dialog. Tito juga menjelaskan alasan hukum yang tak membolehkan aksi unjuk rasa mengganggu ketertiban umum.

"Disepakati aksi dilakukan secara damai. Super damai," ujar Tito. 
(idh/fjp) [detik]

Tuesday, November 22, 2016

Sekjen MUI Gerah : Orang Lain yang Buat Gaduh, MUI Dituduh jadi Dalang.



Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan pernyataan sikap MUI pada 11 Oktober lalu bukanlah sumber kegaduhan. Hal ini disampaikan Sekjen MUI, Anwar Abbas menjawab salah satu wartawan yang menanyakan sikap MUI ikut membuat kegaduhan dalam persoalan kebangsaan saat ini.

"Terkait ada pihak yang menuduh MUI buat gaduh. MUI bukan membuat gaduh dan mengguncang kebinekaan, tapi ada pihak lain yang berupaya membuat gaduh," kata dia kepada wartawan, saat konferensi pers terkait kondisi kebangsaan saat ini, di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (22/11).

Anwar menegaskan, jadi bukan MUI yang buat gaduh tapi MUI-lah yang mengendalikan kegaduhan, dan umat Islam agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. "Karena ada yang membuat gaduh, yang bersangkutan yang membuat gaduh, maka jadi seperti ini," katanya.

Karena itu, ia menjelaskan peran MUI untuk menenangkan masyarakat, khususnya umat Islam. Yakni dengan mengeluarkan pernyataan sikap dan keputusan resmi agar menentramkan masyarakat, menuntut proses hukum dan menghargai serta mentaati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

Terkait dengan aksi 2 Desember, MUI juga sudah menegaskan mengimbau agar tidak dilakukan. Dan kalaupun masih akan dilakukan, MUI berpesan agar menjaga ketertiban, mentaati aturan dan tidak membawa atribut dan simbol MUI.

"MUI tidak punya kapasitas melarang, karena menyatakan pendapat itu dilindungi konstitusi. Kalau pun ada larangan dari pihak kepolisian, saya belum tahu apa alasan dasar hukum polisi itu," kata dia.[republika]

Prijanto: Ahok Perlu Ditahan agar Polisi Tidak Dituduh sebagai Penjilat Ahok, Utamanya Kapolri



Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Mayjen (Purn) Prijanto mendesak aparat kepolisian untuk segera menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama Islam.

Menurut Prijanto, polisi harus menahan Ahok agar tidak dituduh sebagai penjilat Ahok. “Ahok perlu ditahan agar polisi tidak dituduh para patriot bangsa sebagai penjilat atau memihak Ahok, utamanya Kapolri,” tegas Prijanto (21/11).

Kata Prijanto, dengan ditahannya mantan Bupati Belitung Timur itu, rakyat akan menilai polisi telah berbuat adil, sebagaimana perilaku polisi terhadap kasus-kasus yang sama yang bisa dijadikan sebagai yurisprudensi.

“Agar polisi tidak dinilai rakyat banci. Keputusan ‘cekal’ hakikatnya penahanan yang banci, agar tidak pergi atau lari,” tegas Prijanto.

Prijanto menilai, jika bener analisis para tokoh, bahwa Ahok sebagai proxy yang disiapkan untuk hancurkan NKRI, maka bisa diputus mata rantainya. “Agar Ahok tidak lakukan tindak pidana. Sebab, ucapan dan perilaku saat kampaye berpotensi lakukan tindak pidana dan gangguan Kamtibmas,” papar Prijanto.

Jika Ahok ditahan, kata Prijanto, akan terpenuhi rasa keadilan rakyat dalam penegakan hukum. “Ingat Ahok patut diduga terlibat dan selalu lolos dalam persoalan hukum yang terkait kasus RAPBD, Taman BMW, Trans Jakarta, RSSW, Reklamasi dan lain-lain,” pungkas Prijanto. [intelijen]

Tak ke Istana ataupun Gedung DPR, Ini Skenario Aksi Bela Islam Jilid III dari Pagi hingga Sore.


Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas menyebut pihaknya telah bertemu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“MUI secara resmi mengundang Habib Rizieq karena informasi tentang demo ini kan beragam, oleh karena itu kami tanya beliau, betul atau tidak, beliau jawab betul,” kata Anwar di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).

Didepan petinggi MUI, Rizieq mengaku pihaknya tak akan ke Istana Negara dan Gedung DPR. Alasannya, gedung itu merupakan simbol negara

“Beliau (Rizieq) bilang, mereka hanya akan duduk berdzikir di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin dari pagi sampai sore. Bahkan kata beliau peserta itu tidak boleh berdiri dan diharapkan duduk. sebab kalau berdiri kan bisa macam-macam,” ujar Anwar.

“Mereka (GNPF) tidak akan pergi ke Istana dan tidak akan pergi ke DPR,” tambahnya.

Ia menjamin jika pendemo yang aksi ke Istana atau DPR maka itu bukan masa GNPF.

“Sementara kata Habib Rizieq tadi pagi mereka tidak akan melakukan itu mereka akan demo secara damai,” tutupnya.

Seperti diketahui, FPI bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan menggelar aksi unjuk rasa susulan atau yang disebut sebagai aksi Bela Islam Jilid III atau 212 pada 2 Desember 2016 mendatang.

Tuntutan mereka adalah agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera dipenjara demi rasa keadilan umat.

Ahok sendiri kini sudah berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.[kriminalitas]

Tuduhan Makar untuk Selamatkan Ahok?


Ada yang berkepentingan menggulingkan Jokowi. Aksi 2 Desember bagi Jokowi ada satu agenda tersebut lalu muncullah kata makar. Pertanyaannya, kesimpulan makar yang didapat Presiden itu datang dari sumber resmi negara atau lagi-lagi berdasarkan laporan konsultan?

Demikian disampaikan Andi Arief, mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam akun twitternya @AndiArief_AA, sebagaimana dikutip Selasa (22/11).

“Kalau benar ada rencana makar terhadap kekuasaan Jokowi, orang pertama yang dimaksud Jokowi pasti Pak JK. Padahal JK tidak kuasai parlemen,” cuitnya.

Andi berargumen demikian sebab JK disebutnya sangat berpeluang secara konstitusional sebagaimana BJ Habibie menggantikan Presiden Soeharto pada pergantian Orde Baru ke Orde Reformasi silam.

Ia meminta Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan soal tuduhan adanya makar dalam Aksi Bela Islam III 2 Desember mendatang. Sebab orang yang diduga tersudutkan adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Siapa tertuduh tidak langsung pelaku makar yang dituduh Jokowi selain Pak JK? Dugaan saya ke Panglima TNI yang paling siap secara teknis,” beber Andi.

Disampaikan, sejak kata makar dikemukakan Kapolri dan Presiden, nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi buah bibir. Karenanya sebaiknya segera diklarifikasi oleh Presiden dan Kapolri.

Selain diarahkan ke JK, Andi juga menduga tuduhan makar tidak langsung diarahkan ke Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan. Mega dan PDIP dalam sejarahnya disebutnya sebagai motor penggulingan dan makar terhadap Presiden Abdurrahman Wahib.

Akan tetapi, Mega dan PDIP gagal menggulingkan Presiden SBY dan Wapres Boediono melalui kekuatan parlemen dan jalanan.

“Ditangan Megawati dan PDI-P sebetulnya makar terhadap Jokowi bisa dilakukan baik sebagai Ketum PDI-P, Ketua Koalisi dan orang tua Puan,” jelas Andi.

Disinggung pula pernyataan Kapolri mengenai rencana pendudukan DPR sebagai upaya makar. Namun Andi menggarisbawahi bahwa kekuatan parlemen terbesar-lah yang bisa memotori aspirasi makar.

“Jika Pak JK, Panglima TNI, dan PDIP/Megawati ternyata tidak ditemukan fakta mau makar, maka kata makar hanya untuk selamatkan Ahok,” cuit Andi.

Ditambahkan, soal makar atau penggulingan kekuasaan Jokowi sebetulnya bukan menjawab pertanyaan apakah bisa dilakukan atau tidak. Melainkan apakah cukup alasan makar dilakukan.

Saat ini, sudah banyak kekecewaan terhadap Jokowi. Dari sekian banyak kekecewaan itu yang menimbulkan kemarahan rakyat Indonesia adalah upaya melindungi Ahok dari berbagai kasus.

“Perlindungan khusus Ahok akhirnya menjadi kemarahan kongkret. Rakyat pada kasus Al Maidah. Teriakan aksi : Bertindak adil atau mundur,” kata Andi. [akt]

Letjen Geerhan: Negeri yang Mengherankan, Ada Penista Alquran Begitu Sulit Ditersangkakan



*Oleh: Letjen TNI (Purn) H. Andi Geerhan Lantara

Akhir-akhir ini saya merasa asing di negeriku. Setelah memasuki tahun ketiga pensiun dari pengabdian di TNI, ada penistaan Alquran begitu sulit untuk ditersangkakan.

Bahkan karena sulitnya membuat negeriku banyak mengeluarkan energi harus melibatkan banyak pakar, banyak modal yang sebenarnya bukan hal yang harus jika kesamaan hak warga negara di mata hukum diterapkan secara adil.

Lalu saya bertanya benarkah reaksi umat Islam terhadap penistaan Alquran ada kaitannya dengan politik, ternyata tidak benar. Sebab kalau hanya soal politik, umat Islam tidak akan menyatu.

Apakah karena pelaku non-muslim juga ternyata tidak, sebab banyak kawan saya non muslim memahami perasaan umat Islam dan mengakui bahwa patut jika umat Islam tidak dapat menerima penistaan Alquran. Lalu apakah karena pelaku penistaan dari etnis tionghoa ternyata juga kurang benar karena banyak dari kalangan etnis tionghoa pun merasa bahwa tindakan penistaan Alquran memang tidak pantas dilakukan.

Lalu dengan berbagai disiplin ilmu dilakukan pengkajian apakah dalam ucapan ahok terjadi penistaan Alquran (surat Al Maidah: 51), terbukti?

Lebih jauh dari itu saya semakin bingung, apa benar negeri dalam keadaan bahaya?????? Karena tiba tiba saja banyak kalangan meneriakkan slogan persatuan, kebhinekaan harus dijaga. Dijaga karena apa dan siapa yang akan merusaknya?

Tuan-tuan penguasa buka mata dan telinga dengar kata rakyat. Permintaan kami sangat sederhana, jangan biarkan penistaan terhadap Alquran juga terhadap kitab suci lainnya, hentikan menyebar kebencian antar sesama anak bangsa. Lakukan dengan kekuasaan kalian, tapi jangan pilih kasih, jangan lagi menganggap pribumi ini tidak paham.

Jika Ahok ditahan untuk mempertanggungjawabkan ucapannya, saya tidak percaya kalau Indonesia akan runtuh. Ini bukan soal politik tapi ini soal penistaan terhadap keyakinan umat Islam.

Ingat kami juga punya hak dan kewajiban atas NKRI. Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami. [rmol]

* Jabatan terakhir penulis sebelum pensiun adalah Inspektur Jenderal TNI. Sebelumnya juga pernah menjabat Pangdam XII/Tanjungpura, Komandan Korem 012/Teuku Umar dan Wakil Komandan Batalyon Linud 700