Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Thursday, December 15, 2016

Cuitan Antasari Ashar Tentang Sidang Ahok ini Bikin Netizen Heboh. Ternyata Seperti ini yang Ditulisnya

Sidang perdana atas kasus dugaan penistaan agama pada Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama sudah dilakukan pada Selasa (13/12/2016) kemarin di gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada Jakarta Pusat.



Sidang ini pun berhasil menarik perhatian banyak netizen di Indonesia. Apa lagi diketahui Ahok sempat meneteskan air mata pada saat membacakan surat pembelaan atas dakwaan yang telah disampaikan jaksa dalam kasus penodaan agama.

Ahok menangis saat menceritakan hubungan antara orangtuanya dan juga orangtua angkatnya yang beragama islam.

“Orangtua saya dan orangtua angkat saya bersumpah untuk tetap bersaudara sampai akhir hayat,” ujar Ahok.

Ahok mengatakan jika ia tidak mungkin melakukan penistaan terhadap islam karena ia sangat menghormati hubungan antara orangtuanya dan juga orangtua angkatnya.

“Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja saya telah menista saudara-suadara angkat saya sendiri yang beragama Islam,” ujar Ahok, seperti dilansir Tribunnews.com.
Sidang ini pun menarik perhatian besar di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan sejumlah tokoh pun ikut memberikan perhatiannya terdahap kasus Ahok ini. Seperti salah satunya mantan ketua KPK, Antasari Azhar.

Antasari Azhar memberikan sebuah pernyataan tentang kasus Ahok yang cukup menarik perhatian di akun Twitternya, @AntasariAzharID, pada 13 Desember 2016.

Pernyataannya itu ditulis singkat saja, tapi berhasil menyedot perhatian netizen. Antasari sendiri sepertinya teringat dengan kasusnya sendiri yang membuatnya harus dipenjara.

“Ramai #SidangAhok , jangan sampai Kriminalisasi terjadi lagi,” tulis Antasari di Twitternya.

Cuitan Antasari ini pun telah diretweet oleh 2000 lebih akun dan disukai sebanyak 1700 lebih akun.

Banyak juga netizen yang berkomentari cuitan Antasari tersebut.

“Caddy golf yg di hotel gimana gan ?? jgn sampe terjadi lagi juga lah ya ..”

“Sejak awal sudah terlihat arahnya mmg ke sana.”

“Inget mantan jadinya saya pak,,,he,,he. prihatin,,,”

“Benar pak,jangan ada lagi kambing hitam demi kepentingan sekelompok orang.”

“Jangan sampai pak.”

“Semoga, Hakim adil dan tdk trpengaruh tekanan massa.”

“Semoga sang maha pencipta mengawal jalannya keadilan amin.”

Ahok: Saya Difitnah Mau Memandulkan Orang Indonesia

Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyampaikan program-program khusus kaum wanita di Rumah Lembang, Menteng.



Ia kemudian menceritakan kembali anggapan miring yang menyudutkannya soal kebijakan Pemprov DKI dalam memberikan vaksin kanker serviks gratis.
"Saya difitnah mau memandulkan pribumi, padahal kita sudah keluarkan uang besar. Saya percaya kita harus jaga betul (perempuan). Saya percaya anak-anak, kalau enggak ada ibu, jauh lebih susah daripada kalau enggak ada bapak," ujar Basuki atau Ahok, Kamis (15/12/2016).
Ahok mengaku paham sekali risiko penyakit perempuan. Dia mengatakan, perempuan rentan terkena kanker serviks dan kanker payudara. Dia ingin membuat program yang bisa mengurangi penyakit itu.
Selain vaksin kanker serviks, Ahok mengaku sudah membuat program lainnya untuk perempuan, yakni membangun klinik pengecekan papsmear di pasar.
Dengan demikian, diharapkan para perempuan bisa mudah untuk melakukan pengecekan.
Sambil berseloroh, Ahok juga mengatakan bahwa ia akan memperlebar trotoar di Jakarta dan membuatnya ramah terhadap perempuan yang suka pakai sepatu hak tinggi.
Untuk urusan transportasi, Ahok memberikan bus dengan susunan kursi menghadap ke depan yang menjadikan perempuan lebih terlindungi.
"Karena kalau kursinya berhadapan dengan yang berdiri, ada yang nakal cubit pahanya. Saya buat dua-dua kursi ke depan supaya perempuan merasa aman dan nyaman," ujar Ahok.
Ahok juga membuat lantai dasar bus dilapisi semacam bahan busa sehingga kalau penumpang terjatuh, lututnya tidak terluka.
Ahok mengatakan, lantai tersebut merupakan hasil desain dari Perancis.

Polisi Buka Isi Flashdisk Sri Bintang Pamungkas, Isinya Mengejutkan..!

Penyidik Polda Metro Jaya mengaku sudah membedah isi flashdisk milik aktivis Sri Bintang Pamungkas (SBP) yang disita dari kediamannya di Cibubur, Jakarta Timur, pada Rabu (14/12/2016).



Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan flashdisk itu berisi foto-foto dokumentasi pertemuan sejumlah tokoh di Kalijodo.
"Untuk flashdisk yang kami sita itu berisi beberapa dokumentasi di Kalijodo," ujar Argo, kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/12/2016).
Dia menjelaskan, di setiap pertemuan itu ada sejumlah orang yang datang.
Namun, dia tak dapat mengungkap siapa-siapa saja yang hadir di pertemuan tersebut.
Untuk mengembangkan kasus makar dan permufakatan jahat, kata dia, tak menutup kemungkinan penyidik akan meminta keterangan dari orang-orang yang mengikuti kegiatan itu.
"Kami lihat kami evaluasi ada siapa saja di situ. Nanti kalau ada kaitannya kami panggil sebagai saksi lagi," tambahnya.

Gara-gara Bilang Pengungkapan Teroris Pengalihan Isu Kasus Ahok, Eko Patrio Diperiksa Polisi

Komedian yang juga politisi dari partai PAN, Eko Patrio harus terima imbas dari penyataannya yang mengundang kontroversi. Kali ini ia diperiksa Bareskrim Polri.



Mabes Polri membenarkan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memanggil Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio untuk diperiksa hari ini, Kamis (14/12/2016) di Bareskrim Polri.

Sesuai dengan surat panggilan, Eko Patrio diminta untuk menghadap ke penyidik Subdit I Direktorat Tindak Pidana Umum atas laporan polisi LP/1233/XII/2016/Bareskrim, dengan pelapor Sofyan Armawan.

Eko dipanggil untuk diambil keterangannya sebagai saksi dugaan tindak pidana kejahatan terhadap Penguasa Umum Pasal 207 KUHP, dan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE.

“‎Benar, beliau diminta datang untuk diambil keterangannya soal pernyataanya di surat kabar,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri.
Jenderal bintang dua ini melanjutkan, status Eko Patrio masih sebagai saksi dan yang melaporkan ialah dari pihak penyidik sendiri.

“Statusnya (Eko) saksi, pelapornya dari penyidik sendiri,” kata Boy Rafli Amar.

Seperti diketahui, pemanggilan ini merupakan buntut pernyataan Eko di media yang menyatakan pengungkapan jaringan teroris Nur Solihin oleh Densus 88 merupakan pengalihan isu kasus dugaan penistaan agama, ‎Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Boy Rafli Amar kembali menegaskan rencana aksi teror meledakkan istana negara dan penangkapan jaringan Nur Solihin bukanlah rekayasa namun fakta.

Dimana Nur Solihin Cs, ‎menjalankan perintah dalam hal ini instruksi dari Bahrun Naim.

Mereka mengikuti rencana global melakukan serangan serentak di beberapa negara termasuk Indonesia pada 11 Desember 2016. Beruntung aksi itu berhasil digagalkan.

Wednesday, December 14, 2016

Ingat Kiper Andalan Timnas di AFF 2010 Ini, Tak Lagi di Lapangan Hijau Kini Dia Malah Jadi…

Eks kiper Timnas Indonesia, Markus Haris Maulana atau lebih dulu dikenal sebagai Markus Horizon siap merambah di dunia politik. Kiper Garuda Merah Putih di Piala Asia 2007 ini bakal meramaikan pemilihan calon anggota legislatif dalam pemilu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tahun 2019.



“Saya siap mengabdikan diri untuk rakyat di Pemilukada Kabupaten Langkat tahun depan. Dunia Olahraga tentu masih menjadi orientasi saya untuk berkampanye,” ujar pesepakbola berkepala plontos ini, seperti dilansir dari Timlo.net, usai melakukan pertandingan tarkam di lapangan Gadungan, Ngargoyoso, Karanganyar, beberapa waktu yang lalu.

Mantan suami Kiki Amalia ini mengaku siap banting stir ke dunia politik sebagai wakil rakyat. Markus siap mengabdikan dirinya untuk rakyat, terutama melalui bidang pemberdayaan olahraga, sesuai profesinya.
Sebuah partai anyar besutan Harry Tanoesoedibjo yakni Partai Persatuan Indonesia (Perindo) bakal menyokong dirinya.



Markus Haris sendiri sampai saat ini belum memiliki ikatan klub manapun, setelah PPSM Magelang yang dibelanya di ajang ISC B tersingkir di penyisihan grup. Kiper berpostur 186 cm ini, masih merahasiakan masa depannya.

“Saya nggak mau komentar dulu setelah di Magelang. Ada atau tidak, nanti saya kasih tahu,” tandas pria kelahiran Pangkalan Brandan, 14 Maret 1981 ini.

Seiring berjalannya waktu, kiper berusia 35 tahun ini menyadari kariernya di dunia sepakbola mulai meredup. Bahkan, di musim ini saja mantan suami artis Kiki Amelia ini berlaga bersama PPSM Magelang yang notabene salah satu tim kasta kedua persepakbolaan Tanah Air.

Ketika disinggung soal alasannya terjun ke dunia politik, kiper yang identik dengan kepala plontos ini enggan menanggapinya lebih lanjut, hanya saja ia sedikit menerangkan, bahwa alasannya ingin memajukan kampung halamannya.
“Saya ingin membangun kesejahteraan masyarakat di kampung halaman. Alasan lain apa, tunggu saja, yang jelas saat ini kita bicara bola saja dahulu,” ujarnya.

Meski begitu, sampai saat ini saja, mantan kiper Persib Bandung belum mengetahui klub mana yang akan dibelanya pada musim depan. “Kalau klub mana untuk musim depan ada saja lah, tunggu saja,” jawabnya.

Markus pun tak menampik bahwa dirinya masih memiliki hasrat untuk membela Garuda Merah Putih, namun hasrat itu pilih ia pendam dan memberikan kesempatan pada kiper muda untuk unjuk gigi.

Sebelumnya, nama Markus Haris Maulana atau dikenal dengan Markus Horison ini, menjadi sensasi di sepakbola Indonesia, sempat berkibar bersama PSMS dan Timnas Indonesia di tahun 2006-2007.

Markus juga sempat menjadi bagian dari tim Arema Indonesia pada musim 2009-2010. Namun sayangnya kariernya bersama Singo Edan tak berjalan mulus, di tengah musim ia didepak pelatih Robert Albert karena dugaan depresi.

Kepergian Markus inilah yang akhirnya menjadi berkah bagi Kurnia Meiga hingga akhirnya mampu menggantikan kebintangan kiper berkepala plontos itu baik di Arema maupun Timnas hingga saat ini.

Hingga saat ini pasca bermain tarkam di Jawa Tengah belm diketahui secara pasti dimana Markus bermain. Yang bisa dipastikan bahwa ia sementara masih pulang kampung ke Langkat.

Greenpeace Tantang Agus Harimurti Untuk Buat Teknologi Ini Sebanyak Satu Juta Unit..

Greenpeace Indonesia mengadakan diskusi bersama calon gubernur DKI nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono pada Rabu 14 Desember 2016. “Kami coba challenge mas Agus supaya punya program satu juta panel surya di Jakarta,” kata Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Hindun Mulaika di Posko Pemenangan Agus-Sylvi di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.



Diskusi yang juga dihadiri Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak itu membahas tingkat polusi udara di Ibu Kota yang sudah semakin tinggi. Penyebab utamanya adalah sektor energi yang mencakup masalah transportasi dan pembangkit listrik.

“Ketersediaan transportasi massal yang harus cukup accessible dan affordable untuk masyarakat dan nyaman,” kata Hindun.

Menurut Hindun, satu-satunya cara mengurang pembakaran fosil dari sektor transportasi adalah dengan memindahkan pengguna mobil ke transportasi publik.”Transportasi massal publiknya ditenagaipembangkit listrik, karena kalau tetap membakar fosil ya sama saja,” ujar Hindun.

Selain dari sektor transportasi, polusi juga dihasilkan dari pembakaran batu bara di Pembangkit Tenaga Listrik Uap yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Leonard Simanjuntak mengatakan PLTU menjadi salah satu faktor yang memicu polusi udara di Jakarta meningkat. Salah satu PLTU yang cukup besar adalah di Babelan, Bekasi. Leonard mengatakan arah angin dan kecepatan angin dari PLTU di luar Jakarta bisa memengaruhi Ibu Kota.
Penyebab dari peningkatan polusi di Jakarta itulah yang membuat Greenpeace mengajak Agus untuk membuat program satu juta panel surya di Jakarta. “Dimulai dari fasilitas publik, artinya punya pemerintah DKI,” kata Hindun.

Agus merespon positif diskusi mengenai polusi di Jakarta. “Pada prinsipnya banyak kecocokan terutama dengan program ketujuh saya dan Sylvi yaitu terkait ingin membangun Jakarta yang smart, creative, dan green city,” kata Agus usai diskusi. Menurut Agus, green city mengandung arti bahwa Jakarta menjadi tempat yang dapat ditinggali dengan nyaman dan sehat.

Ajakan mengurangi polusi di Jakarta juga dilakukan Greenpeace dengan calon gubernur dan calon wakil gubernur lainnya. “Jadi sebenarnya ini inisiasi dari Greenpeace untuk memberikan pemahaman kepada kandidat Gubernur DKI Jakarta tentang isu polusi udara,” ujar Hindun.

Kesehariannya Selalu Tegas dan Tangguh, Tangisan Ahok Dinilai Tidak Dibuat-buat

Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama, terlihat menangis ketika dirinya membacakan nota keberatan terhadap dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang kasus penistaan agama.



Isak tangis Ahok menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya datang dari organisasi sukarelawan pemenangan Ahok-Djarot di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017, New Ninja.

C Suhadi, Ketua Umum New Ninja, menilai isak tangis Ahok tak dibuat-buat selayaknya drama.

“Sebab selama ini kami melihat kepribadian beliau itu kuat, tangguh, dan tidak gampang hanyut ke dalam suatu keadaan yang sifatnya sentimentil,” tutur Suhadi dalam keterangannya, Rabu (14/12/2016).

Dia menilai, sebagai seorang pemimpin dan laki-laki, Ahok tak mau menunjukkan titik lemah. Sebab ini akan menjadi celah untuk menjatuhkan, pihak-pihak yang bertentangan dengannya.
Oleh karena itu, dia melihat, tangisan itu tulus dari lubuk hati, Ahok. Ini merupakan reaksi akumulatif dari begitu banyak tantangan yang dihadapi ketika memimpin DKI Jakarta.

Suhadi menyesalkan sikap pihak-pihak yang menganggap kejadian itu sebagai sandiwara. Terlebih membandingkan dengan tangisan para korban penggusuran Pemprov DKI.

“Hal ini sangat manusiawi. Ahok adalah orang yang tidak suka dengan dunia kepura-puraan. Dia orang yang apa adanya,” tutur pengacara senior itu.

Di samping itu, kata dia, penggusuran yang dilakukan Pemprov sudah sangat manusiawi. Sebab, diberikan tempat tinggal pengganti yang sangat layak, meski tak berkewajiban.

Hanya membayar uang sewa sekitar Rp 350 ribu per bulan, menurut dia, warga yang terkena penertiban bisa tinggal di rumah susun yang mirip apartemen.

“Ini bukan sekonyong-konyongnya menggusur. Diberi fasilitas yang layak juga. Ini lebih manusiawi, lebih beradab, sehat dan baik untuk kehidupan anak-anak di masa depan,” tambahnya.

Di kesempatan itu, dia meminta supaya persidangan berjalan netral, tak ditekan dan diintervensi pihak manapun.

Dia mengingatkan agar tak ada pihak yang meminta Ahok ditangkap dan dipenjarakan, terlebih dengan cara-cara anarkis. Sebab, jika terjadi tentunya hal ini merupakan contempt of court yang mencoreng kewibawaan pengadilan.

“Itu ada sanksi pidana. Hukum dalam mengambil suatu keputusan harus bebas, harus lepas dan tidak boleh ada campur tangan apapun. Kalau produk hukum diintervensi suatu kekuatan atau keadaan, itu bukan lagi produk hukum, tapi kekuasaan yang diletakan pada hukum. Itu tidak boleh dilakukan di dalam negara hukum,” tambahnya.

Tuesday, December 13, 2016

Video Ini Rekam Detik-detik Abang Angkat Ahok Turut Menangis di Persidangan

Mengharukan, inilah video yang memperlihatkan abang angkat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bernama Andi Analta Amir (53) yang beragama Islam menangis dan meneteskan air mata.



Dia menangis saat mendengarkan nota keberatan (eksepsi) yang disampaikan atas dakwaan jaksa penuntut umum dalam persidangan kasus penistaan agama.

Abang angkat dan kakak angkat Ahok yang bernama Andi Analta Amir (53) dan Nana Riwayatie duduk bersebelahan dan sengaja datang ke persidangan.

Mereka memberikan dukungan terhadap adik angkatnya di di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajahmada, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Terlihat sedang duduk di bangku undangan sidang, Andi Analta tampak meneteskan air mata saat Ahok menyinggung kekerabatan yang dibangun oleh keluarganya dan keluarga Ahok.

“Itu sebabnya saat ibu angkat saya meninggal, seperti anak kandung, saya ikut mengantar dan mengangkat beliau dari ambulan sampai ke pinggir liang lahat,” ujar Ahok.

Saat mendengarkan kata-kata yang mengharukan itu, dari balik bangku penonton Andi Analta langsung bersedih, dia menangis dan sesekali menyeka air yang keluar dari hidungnya. Lihat videonya di sini:


Momen itu secara tidak sengaja terekam dalam video persidengan yang ditayangkan laan la
ngsung oleh akun halaman Basuki Tjahaja Purnama.

Tak hanya itu, dalam momen selanjutnya sebuah foto juga menunjukkan suasana di dalam ruangan itu.

Foto tersebut memperlihatkan Ahok dengan raut wajah sedih dan kepala agak menunduk dipeluk seorang perempuan berjilbab dari belakang.

Perempuan itu tidak lain adalah kakak angkatnya, Nana Riwayatie.

Raut wajah Nana juga tak berbeda dengan Ahok yang menunjukkan kesedihan. Ahok tampak memegang tangan kakak angkatnya itu.

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berada di ruang sidang PN Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

Pada saat membacakan eksepsi atau nota keberatan, Ahok juga tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentangrita tentang kedekatannya dengan keluarga angkatnya yang Muslim.

Dalam nota keberatannya, Ahok mengatakan, dalam kehidupan pribadinya, dia banyak berinteraksi dengan teman-temannya yang beragama Islam.

Selain itu, kata Ahok, dia juga memiliki keluarga angkat, yaitu keluaga almarhum Baso Amir, yang merupakan keluarga Muslim yang taat.

Ahok juga mengatakan bahwa ia belajar dari guru-gurunya yang beragama Islam dari kelas I SD sampai III SMP.

“Saya tahu harus menghormati ayat suci Al Quran,” kata Ahok di hadapan majelis hakim.

Ternyata Ini Alasan Ahok Menangis Saat Bacakan Eksepsi di Persidangan

Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan pernyataan ketika dirinya menangis saat membaca nota keberatan (eksepsi) dalam sidang perdana dugaan kasus penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).



Ahok menuturkan, kemarin merupakan hari kematian ayahnya 19 tahun yang lalu.
"Persis 19 tahun ayah saya meninggal, persis tanggalnya," ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).
Ahok teringat bahwa ayahnya adalah orang yang menghormati umat muslim.
Keluarga angkatnya juga beragama Islam.
Dia juga ingat ajaran Islam bahwa orangtua akan menangis di kuburan apabila anaknya menyakiti menista orangtua.
"Makanya saya teringat bagaimana ayah saya begitu baik sama orang muslim, membantu Islam begitu banyak, dengan Ayah angkat saya, kok sekarang saya duduk sebagai terdakwa, disidang dengan tuduhan menista agama Islam yang Bapak saya hormati, menista agama Islam yang Ayah angkat saya," paparnya.
Selain itu, Ahok juga menceritakan ayahnya yang menyuruh dia datang saat ayah angkatnya meninggal.
Kala itu, Ahok yang masih muda memiliki rasa malas. Namun, ayah Ahok tetap menyuruhnya datang. Akhirnya dia pun menuruti perintah ayahnya.
"Makanya waktu kemarin saya teringat omongan Bapak saya (soal) persaudaraan itu, pas Bapak saya juga meninggal kemarin di 19 tahun yang lalu," ucap Ahok.

Nangis di Sidang, Politikus Partai Golkar Sebut Ahok Mentalnya Seperti Ini..

Politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan ada dua situasi bila melihat Ahok menangis di persidangan. Situasi pertama, bila tangisan itu buatan dan dilakukan dengan penuh kepura-puraan.
Doli menilai Ahok melanjutkan kebiasaan membohongnya seperti yang sering dilakukannya selama ini.
"Atau 'tangisan bombay' itu menunjukkan bahwa Ahok memang memiliki mental 'inlander', di mana ke bawah menginjak, ke atas menjilat," kata Doli melalui pesan singkat, Rabu (14/12/2016).
Doli menegaskan publik masih mengingat saat Ahok bersikap dan berperilaku kasar dan semena-mena terhadap rakyat biasa.
Tetapi prilaku kasar itu, sontak berubah ketika berhadapan dengan hakim. Doli menuturkan Ahok menjadi tunduk, merendah, bahkan merengek-rengek.
"Jadi ini situasi 'pencitraan' yang ingin membangun kesan seakan Ahok dizolimi," kata Doli.
Situasi kedua, kata Doli bila tangisan itu benar serius, mungkin Ahok memiliki penyimpangan kejiwaan.
Menurutnya, hal itu sungguh mengerikan ketika publik bisa melihat di dalam satu orang memiliki karakter yang kontras.
"Ahok yang kita kenal selama ini bengis, kejam, kasar, bergaya preman, dengan penuh makian, tiba-tiba bisa beruraian air mata dan cengeng," kata Doli.
Doli menilai Ahok tidak pantas memimpin karena memiliki mental yang tidak stabil. Apalagi, kata Doli, bila mendengar isi tanggapannya di persidangan masih juga ada kebohongan, berilusi, mengundang konflik, dan bahkan masih juga menista Al Quran.
"Saya kira hakim harus benar-benar catat itu," ujar Doli.
Sebelumnya, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meneteskan air mata saat membacakan nota keberatan atas dakwaan penistaan agama Jaksa Penuntut di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).
Ahok tak kuasa menahan kesedihan kala menceritakan bagaimana dirinya dibesarkan oleh keluarga muslim asal Bugis, (alm) Andi Baso Amier dan (almh) Masaribu Aba bin Aca.
Ahok yang mengenakan batik kuning motif hitam mulanya menceritakan latar belakang dirinya mengutip Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu, ucapan yang membuatnya kini duduk di kursi terdakwa kasus penistaan agama.
Ia menegaskan, tak ada niat sedikit dirinya untuk menistakan kitab suci umat muslim, Al Quran, apalagi agama Islam. Ucapan itu terlontar karena dirinya kerap mendapat 'serangan' dari oknum politikus yang menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 karena tidak ingin bersaing secara sehat dalam pilkada.
Ahok pun sadar, bahwa ada tutur bahasa darinya yang tidak sesuai saat itu.
"Ada ungkapan, bahwa hanya Allah atau Tuhan yang tahu, apa maksud ucapan seseorang," ucap Ahok.

Komentari Tangisan Ahok Saat Sidang, Haji Lulung: Hahaha, Akting Nangis Dia

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung ketika dirinya ditanyai soal nota pembelaan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.



Menurut dia, sikap Basuki atau Ahok yang menangis saat membaca nota pembelaan hanyalah pura-pura.

“Ha-ha-ha, akting nangis dia. Masa bapaknya dibawa-bawa, Gus Dur dibawa-bawa, itu mah akting namanya,” ujar Lulung ketika dihubungi, Selasa (13/12/2016).

Lulung merasa Ahok tidak menunjukkan penyesalan dalam nota pembelaan itu.

Seharusnya, kata Lulung, Ahok menyampaikan permohonan maaf saja sambil berjanji tidak mengulanginya lagi.

Bukan malah menjelaskan bahwa dia tidak mungkin menodakan agama Islam.

“Ahok bilang mana mungkin menistakan (agama) lalu orangtuanya, orangtua angkatnya, sampai Gus Dur dibawa, itu kan bukan masalah orang tua. Saya juga dididik sama orangtua saya dengan bagus. Tapi ini bagaimana mulutmu kan harimaumu,” ujar Lulung.
Lulung juga tidak sepakat dengan penjelasan Ahok yang menyebut Al-Quran surat Al-Maidah ayat 51 sering digunakan untuk mencegah calon kepala daerah non-muslim untuk menjadi kepala daerah.

Menurut Lulung, warga minoritas pun memiliki hak yang sama untuk memimpin daerah apa saja.

Hal tersebut sudah diatur dalam undang-undang bahwa semua warga negara punya hak sama dalam pemerintahan.

Menurut dia, kasus Ahok tidak berkaitan dengan itu. Permasalahan dalam kasus ini adalah soal pernyataan Ahok yang dinilai menodai agama.

“Sekarang ini kan masalahnya dia melakukan penistaan agama. Ya kita buktikan saja di pengadilan. Tapi jangan dia nyerempet ke persoalan bahwa tiap warga negara enggak punya hak penuh,” ujar Lulung.

“Setiap warga punya hak yang sama dalam pemerintahan. Buktinya dia pernah jadi bupati belitung. Berarti kan sama semua,” tambah dia.

Ahok Menangis

Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama menangis saat membacakan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Dia tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentang kedekatannya dengan keluarga angkatnya yang muslim.

Dalam nota keberatannya, Ahok (panggilan Basuki) mengatakan, dalam kehidupan pribadinya, dia banyak berinteraksi dengan teman-temannya yang beragama Islam.
Selain itu, kata Ahok, dia juga memiliki keluarga angkat, almarhum Baso Amir, yang merupakan keluarga muslim yang taat.

Selain itu, dia juga mengatakan belajar dari guru-gurunya yang beragama Islam dari kelas 1 SD sampai 3 SMP.

“Saya tahu harus menghormati ayat suci Alquran,” kata Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajahmada, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

“Saya tidak habis pikir kenapa saya dituduh sebagai penista agama Islam? Keluarga dari keluarga nonmuslim. Saya diangkat sebagai anak sebagai bapak Baso Amir dan Haji Misribu.”

“Ayah angkat saya mantan Bupati Bone pada tahun 1967-1970, beliau adik kandung mantan Panglima RI almarhum Jendral Purn Muhammad Yusuf,” kata Ahok lagi.

“Ayah saya dan ayah angkat saya bersumpah menjadi saudara, sampai akhir hayatnya. Kecintaan dua orangtua angkat saya kepada saya sangat berbekas,” ucapnya lagi.

Ahok kemudian terdiam. Suaranya agak berat. Ahok terlihat mengusap air matanya dengan tisu.

“S2 saya di Prasetia Mulya dibayarkan oleh kakak angkat saya, Haji Ananta Amir. Saya seperti orang yang tidak tahu terima kasih, tidak menghargai keluarga angkat saya,” kata Ahok dengan suara yang serak.

Hingga akhir pembacaan eksepsi, Ahok terlihat beberapa kali mengusap air matanya dan bicara dengan suara bergetar.

Monday, December 12, 2016

Hadiri Maulid Nabi, Ahok Minta Bimbingan Ustadz Supaya Seperti Nabi Muhammad

Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, terlihat hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh relawan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Badja). Pada kesempatan itu, Ahok meminta bimbingan dari para kiai dan ulama.



Ahok meminta bimbingan agar bisa menjadi gubernur yang amanah, sesuai sifat Nabi Muhammad SAW.

“Dari para ustaz, bimbinglah saya, ingatkan saya, tuntun saya, agar menjadi gubernur yang amanah, sesuai dengan sifat Nabi Muhammad,” ucap Ahok di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2016).
Menurut dia, sang ayah angkat yang beragama Islam pernah berpesan agar Ahok meneladani sifat Nabi Muhammad SAW.

“Jadi saya sebelum pemilihan 2012, beliau pesan, kalau jadi pejabat pelayan masyarakat, harus ikutin teladan Nabi Bsar Muhammad. Apa teladan itu? Kita harus jadi pejabat yang sidik, yang benar, jujur kita harus jadi pejabat yang tablik, selalu membawa kabar yang baik,” tutur dia.

“Kita juga harus jadi pejabat yang fatanah, cerdas, terampil, tentu kita juga harus jadi pejabat yang amanah, yang bisa dipercaya, bukan untuk pribadi tapi tanggung jawab yang besar,” ucap Ahok.

Warga Papua Keren..! 174 Warga China Diusir Karena Kedapatan Tidak Memiliki Izin Di Indonesia

Kepala Kantor Imigrasi Manokwari, Budiono di Manokwari, mengatakan dari tahun 2015 hingga akhir 2016 ini, sudah melakukan deportasi terhadap 174 warga China.



Deportasi itu dilakukan karena menyalagunakan visa kunjungannya untuk bekerja pada pembangunan konstruksi di PT SDIC Papua Cemen Indonesia di wilayah Kampung Maruni, Manokwari, Papua.

Pada Januari-Maret 2016, sebanyak 34 warga China yang bekerja di perusahaan semen itu dideportasi pihak Imigrasi karena pelanggaran visa.

“Cukup banyak yang sudah kami deportasi. 34 orang diantaranya kami deportasi antara Januari hingga Maret 2016,” kata dia.

Dia menyebutkan upaya pengawasan terus dilakukan secara rutin terhadap aktivitas di perusahaan tersebut. Deportasi pun akan kembali dilakukan, jika ada pekerja yang kedapatan menyalahi izin tinggalnya.
PT SDIC Papua Cement Indonesia merupakan satu-satu perusahaan Semen di Papua Barat. Keberadaanya diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan bagi daerah serta mengurangi angka pengangguran.

Kehadiran perusahaan ini melalui proses panjang dan kendala yang berliku-liku, di antaranya persoalan hak ulayat lahan yang memakan waktu cukup lama.

Saat pembangunan konstruksi mulai dilakukan, masalah pun kembali mengemuka yakni penyangkut penggunaan tenaga kerja asing pada pembangunan tersebut.

Pada 2015 terungkap, dari 400 lebih tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan itu dan hanya sekitar 40 lebih yang mengantongi dokumen ijin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA).

Menyusul temuan tersebut, beberapa subkontraktor pelaksana pembangunan konstruksi pabrik semen ini, secara bertahap mengajukan permohonan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Manokwari, Anthon Purnomo Hadi, kala itu mengatakan, TKA yang ditemukan tidak memiliki ijin baik ijin kerja maupun keterangan ijin tinggal sementara (KITAS).

Bom Istanbul, Turki Bersiap Balas Dendam. Ini sikap Pemerintah Indonesia

Aksi bom bunuh diri di areal Vodafone Arena, Turki, menyebabkan rasa sedih yang tidak hanya dirasakan bagi rakyat turki, tapi juga masyarakat dunia.

Ledakan bom pertama berasal dari sebuah mobil yang diduga menargetkan bus polisi. Sementara itu, ledakan kedua berupa aksi bom bunuh diri di taman Macka. Kedua ledakan di areal Vodafone Arena ini menyebabkan 38 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

30 korban tewas dalam ledakan tersebut adalah polisi yang berusaha mengepung pelaku bom bunuh diri, sisanya adalah tujuh warga sipil dan satu orang yang tak diketahu identitasnya.

Suleyman Soylu, Menteri Dalam Negeri Turki, dengan tegas mengatakan akan membalas serangan bom di Istanbul tersebut. Pemerintah Turki menganggap ledakan ini erat hubungannya dengan kelompok militan Kurdi yang di cap sebagai teroris.

“Cepat atau lambat kita akan membalasnya. Darah yang jatuh ini tidak akan dibiarkan mengering di tanah, tidak peduli berapa pun harganya, apa pun biayanya,” tutur Soylu saat pemakaman lima anggota polisi di markas polisi Istanbul, seperti dilansir sindonews.com, Senin (12/12/2016).
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementererian Luar Negeri juga telah memberikan peringatan dan imbauan pada warga negara Indonesia (WNI) yang hendak dan tengah berada di Turki.

Pemerintah meminta agar WNI yang berdomisili di Turki agar tetap tenang dan terus berkomunikasi dengan KBRI Ankara dan KJRI Istanbul. Bahkan, Kementerian juga menyediakan hotline khusus Perlindungan WNI yang dapat terhubung ke KBRI Ankara dan KJRI Istanbul.

Nomor hotline yang disediakan antara lain:

+62 812 900 700 26
+90 532 135 2298 atau + 90 533 812 0760 untuk menghubungi KBRI Ankara.
+90 531 453 0351 atau +90 531 983 1534 untuk menghubungi KJRI Istanbul.
Selain itu, bagi WNI yang akan melakukan perjalanan ke Turki, Pemerintah mengimbau agar terlebih dahulu memantau keamanan sebelum berangkat.

Permintaan Maaf Ahok Diapresiasi Ulama Ini

Ulama kondang Jakarta KH Nur Iskandar SQ mengapresiasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah meminta maaf atas kesalahan yang diperbuatnya.



Diketahui Ahok saat dililit kasus dugaan penistaan agama Islam.
"Ya bagus namanya minta maaf, dia ngaku salah," kata Iskandar kepada wartwan, di Jakarta, Senin (12/12/2016).
Menurutnya, seluruh umat sebaiknya membuka permintaan maaf yang disampaikan Ahok.
Sebab, sudah sepatutnya umat muslim memberi maaf kepada orang yang sudah mengakui kesalahannya.
"Menurut saya ya harus dimaafkan," katanya.
Iskandar juga mengapresiasi kehadiran Ahok di acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan permintaan maaf di situ.
Ahok diketahui menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H di kediaman Ketua Umum PPP Djan Faridz, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat (12/12/2016).
Acara ini bertema 'Berdoa dan Bekerja untuk Jakarta'.
Ahok yang diberikan kesempatan memberi sambutan, kembali menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan penistaan agama yang dituduhkan pada dirinya.
Ahok mengaku sebagai manusia biasa tak luput dari kesalahan.
"Pada kesempatan ini saya juga sebagai manusia yang penuh kekurangan untuk para Kiai, Ustaz, Alim Ulama yang hadir di tempat ini juga tentu ibu-ibu yang hadir khususnya umat Islam di seluruh Indonesia saya minta dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya untuk saya," kata Ahok di hadapan para ulama.
Ahok pun berharap kedapan kasus yang tengah menjeratnya dapat dilewati dengan baik.
Dia juga meminta doa kepada ulama dan santri yang hadir mendoakan dirinya.

Sunday, December 11, 2016

Melania Trump Blak-blakan Soal Aktivitas Ranjang: Kami Bercinta Setiap Hari

Melania Trump, mantan Model majalah asal Slovenia akan resmi menjadi Ibu Negara AS pada bulan Januari 2017 mendatang.
Beberapa waktu lalu, situs Cosmopolitan merilis sejumlah fakta mengenai Melania mulai dari jejak kariernya sebagai Model hingga menjadi nyonya Trump.
Donald Trump dan Melania kali pertama bertemu di sebuah pesta mode di Manhattan pada tahun 1998.
Donald yang 24 tahun lebih tua dari Melania saat itu baru saja bercerai dari istri keduanya dan tengah mencari kekasih baru.
Menariknya, kala Donald bertemu dengan Melania di pesta tersebut, dirinya datang bersama seorang teman kencan yang juga seorang model.
“Aku melihat Melania dan bertanya mengenai dirinya,” jelas Donald pada wawancara dengan People tahun 2015 kemarin.
Donald mengatakan bahwa Melania merupakan Model yang sukses dan sangat cantik.
“Aku mencoba mendapatkan nomor ponselnya tetapi dia tidak mau memberikannya padaku,” imbuhnya.
Menurut Melania, dia khawatir dengan reputasi Donald yang dikenal sebagai ladies man.
“Aku katakan pada Donald bahwa aku tidak akan memberikan nomor ponselku. Sebaliknya, dia yang harus memberikannya padaku. Aku ingin melihat nomor yang dia berikan. Apakah itu nomor bisnis atau nomor pribadi,” terang Melania pada wawancara bersama Harper’s Bazaar pada tahun 2016.
Ternyata, Donald memberikan semua nomor ponselnya pada Melania. Lalu, beberapa hari kemudian, Melania pun menghubungi Donald.
“Aku terpukau dengan energinya. Vitalitasnya sangat mengagumkan,” jelasnya.
Donald dan Melania berkencan selama lima tahun dan menikah pada tahun 2005.
Pada wawancara dengan CNN, Donald mengatakan bahwa selama menjalani hubungan dengan Melania, mereka tidak pernah bertengkar dan berselisih paham.
“Kami tidak pernah bertengkar. Kami sangat cocok. Tidak ada hal-hal yang membuat kami beradu pendapat hebat,” ungkap Donald.
Sebuah informasi pribadi pun dikuak oleh Melania pada tahun 2000 saat wawancara dengan Howard Stern. Melania membicarakan soal kehidupan ranjangnya bersama Donald.
“Sangat fantastis. Kami memiliki kehidupan hubungan intim yang luar biasa, kami melakukannya setidaknya satu kali dalam sehari,” pungkas Melania.

Ahok Akhirnya Sadar Banyak Anggota DPRD DKI yang Tersakiti Akibat Ucapannya Yang Ini..

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara sadar meminta maaf kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang merasa tersakiti dengan ucapannya yang terkadang kasar.



Saat menghadiri acara rapat kerja dan pembentukan Badan Pemenang Pemilihan Umum Partai Hanura se-DKI Jakarta, Ahok menyebut dirinya sedang belajar berbicara.
Sebab, diakuinya banyak pihak yang kerap tersinggung dengan ucapannya.
"Pada kesempatan ini, saya pengin teman-teman Hanura dibuka pintu maaf bagi saya. "
"Kadang-kadang kita ini harus belajar ngomong. Termasuk anggota dewan banyak yang sakit hati juga," ucap Ahok di Hotel Sunlake, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (11/12/2016).
Acara tersebut dihadiri para anggota dewan dari Partai Politik pengusung Ahok.
Semisal Ketua DPD Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji, anggota DPRD DKI fraksi Hanura Syarifuddin, fraksi Golkar Judistira Hermawan, dan dari fraksi Nasdem Bestari Barus.
Dalam kesempatan itu, Ahok juga berterima kasih kepada anggota DPRD DKI karena sudah menyetujui peningkatan anggaran untuk Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat.
Kini, pemilik KJP sudah dapat membeli harga daging sapi seharga Rp35 ribu dan daging ayam Rp10 ribu.
"Agar mereka punya gizi yang baik. Terima kasih kepada teman-teman dewan yang mendukung KJP dan KJS," kata Ahok.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan bantuan pendidikan kepada pelajar pemegang KJP yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Friday, December 9, 2016

Dubes Myanmar Tolak Akui Rohingya, "Jika Anda Bilang Kita Membunuh Mereka, Pasti Jumlahnya Berkurang"

Belakangan ini perhatian publik Internasional tertuju pada masyarakat Rohingya di Rakhine, Myanmar. Pihak militer kabarnya menyerang kaum muslim minoritas ini. Banyak diantara mereka yang dibunuh, diperkosa dan rumahnya dijarah.



Baru-baru ini, Dubes Myanmar untuk Indonesia, Aung Htoo mengatakan jika pemerintahannya menolak istilah Rohingya. “Myanmar tidak menyetujui bahwa kelompok tersebut menggunakan istilah ‘Rohingya’. Kami tidak mengenal istilah ini. Pemerintah telah memprotes penggunaan kata tersebut sejak lama,” ujarnya.

Aung Htoo menjelaskan jika kewarganegaraan kaum Rohingya harus diverifikasi terlebih dahulu. Menurutnya, sebagian besar dari mereka datang dari Bengal, India dan tidak memiliki kewarganegaraan lantaran tidak diakui di mana-mana.
“Kita harus verifikasi identitas mereka sudah berapa lama tinggal di Myanmar. Jika Anda baru datang dan tinggal selama satu tahun di Myanmar dan punya izin tinggal, mereka punya kartu ‘permanent residency permit’,” terang Aung Htoo. “Kemudian jadi Bangladesh. Mereka tidak mempunyai kewarganegaraan karena pemerintah Bangladesh, India, maupun Pakistan juga tidak mengakui kelompok minoritas itu sebagai bagian dari mereka.”

Lebih lanjut, Aung Htoo juga membantah tudingan jika Myanmar berupaya melakukan genosida pada Rohingnya. “Jika Anda bilang kita membunuh mereka pasti jumlah mereka berkurang. Namun, anda bisa lihat bahwa jumlah mereka semakin bertambah,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak Indonesia sendiri telah menunjukkan simpatinya pada nasib Rohingnya. Pemerintahan telah menjalin koordinasi dengan pihak Myanmar dan berencana untuk mengirim bantuan.

Wow, Dana Patungan Kampanye Ahok-Djarot Tembus Rp 27 Miliar, Ada Yang Sumbang Pakai Gesek Juga..!

Pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat membuat strategi kampanye terbaru dengan melibatkan sumbangan atau dana patungan dari masyarakat yang mendukungnya.



Tim menerima sumbangan mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 75 juta rupiah per orang. Berdasar data Tim Media Center Badja, total pengumpulan dana sudah mencapai Rp 27,37 miliar.

“Ini sudah ribuan warga yang nyumbang. Ini juga sudah jadi sejarah perpolitikan pertama kali di Indonesia,” kata Ahok di Rumah Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2016)
Total dana kampanye yang terkumpul saat ini, berasal dari sumbangan warga di Rumah Lembang maupun gala dinner bersama Ahok-Djarot yang bertarif puluhan juta.

Diketahui, setiap harinya Rumah Lembang menerima ratusan warga yang menyumbang secara nontunai melalui Electornic Debit Card (EDC). Syaratnya warga harus memiliki nomor NPWP dan KTP.

Thursday, December 8, 2016

Prabowo Minta Polisi Lepaskan Rachmawati Cs

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto angkat bicara terkait 10 orang yang ditangkap karena dugaan melakukan makar. Prabowo berharap kepolisian punya dasar yang baik dalam menangkap dan memproses mereka ke depan.



"Saya juga baru tahu tadi pagi. Tentunya kita harap aparat memang punya dasar yang baik. Kalau tidak ada dasar yang kuat, ya kita harapkan juga bisa dilepas," kata Prabowo ketika ditemui di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Desember 2016.
Prabowo mengaku mengenal sebagian dari yang tertangkap. Salah satunya adalah Rachmawati Soekarnoputri. Prabowo yakin Rachmawati tidak seperti yang disangkakan polisi.

"Saya yakin beliau punya niat yang baik, beliau memang orang yang sangat idealis, sangat nasionalis, dan kadang-kadang punya sikap yang keras. Tapi niatnya saya kira baik. Itu pendapat saya, saya tidak mempengaruhi," ujar Prabowo.
Prabowo mengaku siapa saja, jika diminta memberikan pendapatnya kepada Presiden Jokowi, pun akan berusaha menengok mereka yang ditangkap tersebut.
"Kita cari (waktu) ya, Insya Allah. Karena sebagian saya kenal ya," kata Prabowo.

Sebelumnya, aparat Polda Metro Jaya menangkap sejumlah orang yang dituduh akan berbuat makar atau menggulingkan pemerintahan Jokowi. Mereka antara lain Ahmad Dhani, Eko, Brigadir Jenderal (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri,
Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Rikwanto, orang-orang itu dikenakan pasal berbeda-beda. Namun, sebagian besar adalah pasal 107 Jo pasal 110 Jo pasal 87 tentang makar dengan maksud menggulingkan pemerintah, dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup atau pidana penjara sementara selama 20 tahun. Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.