Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Friday, December 2, 2016

Demo 2 Desember, Monas Jadi Lautan Putih



Suasana kawasan Monumen Nasional (Monas) yang dipadati massa demo 2 Desember, Jakarta Pusat, Jumat (2/12). Demo 2 Desember digelar sebagai lanjutan dari aksi 4 November 2016. (Liputan6.com/Ferbian Pradolo)



Massa demo 2 Desember memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (2/12). Aksi untuk menuntut ditangkapnya Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama. (Liputan6.com/Ferbian Pradolo)



Suasana kawasan Monumen Nasional (Monas) yang dipadati massa demo 2 Desember, Jakarta Pusat, Jumat (2/12). Demo 2 Desember digelar sebagai lanjutan dari aksi 4 November 2016. (Liputan6.com/Ferbian Pradolo)



Massa demo 2 Desember memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (2/12). Aksi untuk menuntut ditangkapnya Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama. (Liputan6.com/Ferbian Pradolo)

Alquran Tinta Emas di Atas Sutra Pertama di Dunia


Dalam lembaran sutera hitam, Tunza Memmedzade, seorang seniman dari Azerbaijan, menghabiskan tiga tahun untuk menuliskan kembali 6.666 ayat Al-Quran dengan tinta emas. Selain menakjubkan, karya ini juga menampilkan kesabaran dan pengabdian sang seniman untuk menyelesaikan kitab suci umat Islam seperti dirilis dari boredpanda.com, Kamis (1/11/2016).



Memmedzade memulai proyek ini dengan sungguh-sungguh setelah dirinya mengetahui Alquran tidak pernah ditulis dalam selembar sutra. Untuk itu ia mulai menuliskan ayat-ayat Alquran dengan menggunakan tinta emas di atas sutra berukuran 28x33 cm.

Alquran ini menghabiskan 50 meter sutra hitam, tiga kaleng tinta emas, dan perak yang tersebar di berbagai halaman. Memmedzade menggunakan Quran yang dibuat oleh Diyanet dari Turkish Precidency Religion Affair sebagai panduannya dalam menulis.



Salinan Alquran di atas sutra ini juga mengingatkan Islam memiliki seni yang luar biasa. Memmedzade juga menyatakan proyek ini merupakan masterpiece yang berhasil dibuat dan tidak melanggar hukum agama karena sutra juga menjadi bahan yang disebutkan dalam ayat Alquran.

Sumber: http://lifestyle.liputan6.com/read/2665946/alquran-tinta-emas-di-atas-sutra-pertama-di-dunia

Tuesday, November 29, 2016

Curhat Pilu Bocah Suriah, Tak Punya Rumah Akibat Perang



Seorang bocah perempuan bernama Bana Alabed kini menjadi salah satu wajah korban perang saudara di Suriah.

Bocah berusia tujuh tahun ini dan ibunya, Fatemah, tiba-tiba menjadi perhatian publik, khususnya para pengguna jejaring sosial, setelah membuat live tweet peristiwa yang terjadi di Aleppo, Suriah, di mana daerah dikendalikan di bawah pengeboman dari pasukan pemerintah.

Dilansir Metro, Senin (28/11/2016), mereka telah menggunggah kondisi terkini rumah mereka sejak September lalu. Dan tak lupa menunjukkan video dari aksi pengeboman dan efek dari peristiwa tersebut.

Dalam cuitannya, ibu dan anak itu juga berharap bisa melanjutkan kehidupan normal di tengah kehancuran negaranya.

Diktator Bashar al-Assad memang telah melancarkan serangan besar untuk kembali mengambil kendali kota dan perang ini bahkan lebih berat daripada sebelumnya.

Pada Minggu (27/11/2016), Fatemah menggunggah sebuah cuitan yang mengatakan bahwa dia takut akan pesan terakhir warga Suriah.

"Pesan terakhir, di bawah pemboman berat sekarang, tidak bisa hidup lagi. Ketika kita mati, terus berbicara untuk 200.000 masih di dalam. BYE.- Fatemah," tulisnya.

Kisah Bana

Ada keheningan selama beberapa jam dalam akun @AlabedBana. Namun, tak lama kemudian cuitan dan posting-an foto kembali muncul.

Sebuah unggahan gambar memperlihatkan potret Bana dengan pakaian teddy bear-nya, ketakutan dan sedih setelah pengeboman yang terjadi di wilayahnya. Bana terlihat berbeda dengan anak-anak lainnya, tapi dia tampak sangat tangguh.

Tonight we have no house, it's bombed & I got in rubble. I saw deaths and I almost died. - Bana #Aleppo pic.twitter.com/arGYZaZqjg

— Bana Alabed (@AlabedBana) November 27, 2016
"Malam ini kita telah ada rumah, itu dibom & saya di reruntuhan. Saya melihat kematian dan saya hampir mati. - Bana #Aleppo," tulis Bana.

Sebelumnya, Bana juga mengunggah foto yang menunjukkan dia sedang membaca dan menulis di mejanya dengan impian bisa menjadi seorang guru.

Sayangnya, harapannya sedikit pupus karena tempatnya menimba ilmu telah hancur. Bahkan, siswa-siswanya telah banyak yang meninggal.

Good afternoon from #Aleppo I'm reading to forget the war. pic.twitter.com/Uwsdn0lNGm

— Bana Alabed (@AlabedBana) September 26, 2016
Di hari yang sama, Fatemah juga menuliskan cuitan terakhirnya karena sudah tak ada lagi koneksi internet dan dia tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Dia hanya meminta doa bagi warga Suriah.

"Tentara masuk, ini bisa menjadi hari terakhir kamu tulus berbicara. Tidak ada internet. Silakan silakan silakan berdoa untuk kita," kicau terakhir Fatemah.

Ibu dan putrinya itu sebelumnya menggunakan panel surya untuk bisa menghasilkan listrik di rumahnya. Mereka juga menanam sayuran di teras dan di atap untuk makan selama kota dikepung. Namun nahasnya, rumahnya kini sudah hancur menjadi puing-puing.

(ul)

http://citizen6.liputan6.com/read/2664124/curhat-pilu-bocah-suriah-tak-punya-rumah-akibat-perang

Salju Kembali Tutupi Padang Pasir Arab Saudi, Tanda Kiamat?



Gurun pasir di sebagian wilayah Arab Saudi, khususnya di bagian tengah dan barat laut, tertutupi salju. Fenomena alam ini terjadi menyusul turunnya temperatur udara hingga di bawah nol derajat Celsius.

Sebagaimana dikutip Dream dari laman Al Arabiya, Senin 28 November 2016, di pusat Kota Shakra dan barat laut Tabuk, lapisan tipis salju menutupi permukaan tanah seperti, seperti karpet.

Sementara, di Tabarjal, kota kecil di utara distrik Al Jawf, temperatur udara menjadi minus tiga derajat, dan di Provinsi Al Quryat, suhu udara mencapai minus satu derajat.

Sementara, sebagian wilayah Saudi masih mengalami hujan lebat. Padahal, pertengahan Oktober biasanya menandai puncak musim hujan yang berlangsung singkat.

Pada Jumat pekan lalu, sejumlah kawasan Saudi dilanda hujan lebat disertai angin. Sejumlah warga Saudi mengabadikan momen tersebut dalam rekaman video. Hujan lebat lebih banyak terjadi di kawasan selatan Saudi.

Bukan yang Pertama

Pakar ilmu cuaca dari Universitas Qassim, Profesor Abdallah al Musanad, mengatakan, musim hujan diperkirakan baru akan berakhir pada pekan ini.

Pada Sabtu pekan lalu, Kota Malija dan Provinsi Al Nairiya di timur Saudi mengalami hujan lebat, serta banjir.

Kepala Kepolisian Lalulintas Al Nairiya, Fahad Mohammed Al Hakbani, mengingatkan para pengendara agar berhati-hati, mengingat hujan turun begitu lebat dan menimbulkan banjir.

Pada April tahun lalu, sebanyak 18 orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang usai hujan lebat di Saudi.

Tanda Kiamat Sudah Dekat?

Peristiwa turunnya salju di Saudi bukan kali ini saja. Beberapa waktu lalu, netizen negeri Petro Dollar itu juga mengunggah foto-foto yang menunjukkan fenomena salju di atas tanah Saudi.

Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah salju tersebut merupakan tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat. Sebab, dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad mengatakan salah satu tanda kiamat adalah tanah Arab kembali hijau.

" Tidak akan tiba hari kiamat... hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai." (HR. Muslim)

Gurun-gurun di jazirah Arab terkenal gersang. Sementara, salju menjadi komponen penting untuk pembentukan sungai dan tumbuhnya tanaman. Sehingga, banyak orang bertanya-tanya, apakah ini tanda semakin dekatnya kiamat?

Wallahu a'lam

http://www.dream.co.id/news/gurun-pasir-saudi-tertutup-salju-1611285.html

Perempuan Ini Jadi Pembawa Berita Berhijab Pertama di Kanada



Sebuah stasiun televisi besar di Kanada menunjuk perempuan berhijab pertama untuk menjadi pembawa berita. Perempuan bernama Ginella Massa itu merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya.

Pembawa berita CityNews di Toronto mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa pekerjaan barunya tersebut merupakan sebuah hal baik untuk kariernya. Massa juga mengakui bahwa itu adalah langkah besar dalam hal keragaman etnis di Kanada.

Ketika ia selesai siaran pada pukul 23.00 pekan lalu, editornya bertanya, "Apakah itu yang pertama?" Massa pun menjawab, "Ya, aku kira iya."

Melalui media sosial, Massa lalu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang telah menyaksikannya membawakan berita.

"Selesai! bersyukur memiliki kesempatan seperti ini di saat ada begitu banyak kebencian dan penghinaan terhadap muslim. Menantikan hari di mana tak menjadi masalah besar bagi seseorang yang terlihat seperti saya untuk membawakan berita," ujar Massa seperti dikutip dari Independent, Selasa (29/11/2016).

Selain menjadi pembawa berita berhijab pertama, Massa juga merupakan reporter berhijab pertama di Kanada ketika ia bekerja di CTV News pada 2015. Ia mengaku menerima banyak komentar positif setelah menulis soal pekerjaannya di Facebook dan Twitter.

"Orang-orang mulai berkata, 'Wow, itu luar biasa, bahwa belum pernah ada yang seperti ini di Kanada'," ujar dia.

"Ini seharusnya tidak menjadi masalah besar," kata dia.

Namun, Massa mengaku bahwa dirinya juga menerima reaksi negatif dari beberapa orang di dunia maya. Ia pun khawatir terhadap teman-teman dan keluarganya atas terpilihnya Donald Trump.

Dalam kampanyenya, Donald Trump sempat menyebut pelarangan muslim untuk memasuki AS dan mendata secara ketat pemeluk Islam.

"Ada ketakutan bahwa kita akan mundur ke belakang, bahwa kita telah membuat begitu banyak kemajuan dalam penerimaan dan toleransi serta memahami satu sama lain. Ini menakutkan untuk berpikir bahwa semua itu bisa terlepas," ujar Massa.

Pengangkatan Massa tak lama terjadi setelah reporter berhijab pertama di Channel 4 News di Inggris, Fatima Manji, dituduh tidak pantas menjadi jurnalis untuk melaporkan serangan teroris di Prancis pada Juli lalu oleh kolumnis surat kabar The Sun, Kelvin Mackanzie.

Manji sempat mengemukakan keluhannya kepada regulator pers, tapi Mackanzie dibebaskan dari kesalahan.

http://global.liputan6.com/read/2664385/perempuan-ini-jadi-pembawa-berita-berhijab-pertama-di-kanada

Monday, November 28, 2016

Diminta Batalkan Pernikahan, Pria Ini Buktikan Kesetiaan Kepada Istri yang Lumpuh Selama 56 Tahun




Di zaman sekarang, banyak pria yang hanya mengumbar janji setia pada kekasih atau istrinya.

Ujung-ujungnya para pria buaya darat ini malah selingkuh daripada menepati janji.

So, memiliki suami yang setia tentu menjadi impian yang tak ternilai bagi semua istri.

Sama halnya dengan yang dialami oleh sosok wanita bernama Zhou Yu'ai.
Zhou beruntung dan layak bersyukur karena memiliki suami bernama Du Yuanfa.

Kisah cinta mereka benar-benar membuat kita iri sekaligus baper.
Melansir brightside, Zhou dan Du adalah sepasang suami istri yang menikah pada tahun 1959.

Lima bulan setelah pernikahan, pasangan ini mendapat musibah yang membuat hidup mereka tak berjalan sesuai keinginan.

Zhou yang masih berusia 20 tahun dilanda penyakit misterius yang membuatnya lumpuh total.

Pada saat itu Du masih bekerja di sebuah tambang batu bara yang terletak di kota terdekat.

Du mengetahui kabar istrinya yang terjatuh sakit lewat surat yang dikirim oleh keluarganya.

Setelah mendengar kabar itu, Du langsung mengambil cuti panjang dari pekerjaannya dan kembali ke rumah.

Penyakit yang diderita Zhou membuat tubuhnya mati rasa dan tak dapat merasakan apa-apa.

Zhou bahkan tidak bisa mengubah posisi badannya sendiri dan memegang benda di tangannya.

Tak ada dokter yang bisa mengetahui penyakit Zhou secara mendalam.

Yang lebih menyedihkan lagi, pasangan muda ini harus menerima kenyataan bahwa Zhou kehilangan kemampuan untuk bereproduksi.

Banyak teman-teman Du menyarankan agar Du membatalkan pernikahan dan memulai hidup baru.

Tapi Du dengan mantap menolaknya.

"Jangan khawatir, aku akan merawat kamu selamanya," ujar Du pada sang istri.

Akhirnya Du berhenti dari pekerjaannya dan mencurahkan seluruh waktunya untuk merawat istrinya.

Du benar-benar wujud nyata dari sosok suami yang penuh kasih sayang.

Mulai dari menyuapi sang istri, membersihkan pispot, mempersiapkan obat-obat tradisional Tiongkok, sampai membawanya ke dokter yang berbeda-beda.

Tak bisa berdiam diri, Du perlahan juga kembali bekerja sebagai petani agar dapat membiayai pengobatan istrinya.

Dedikasi Du diketahui oleh para tetangga yang sering mengunjungi serta membantu membawakan bahan makanan dan obat bagi pasangan tua ini.

Selain itu, Du dan Zhou juga menerima bantuan dari pemerintah setempat.
Du tidak pernah menyerah.

Selama hampir enam dekade atau 56 tahun, Du telah merawat istri tercinta sembari berharap ada obat yang membuat istrinya sembuh.

Inilah bukti nyata dari sebuah kisah cinta sejati. 

[tribun]

Wednesday, November 23, 2016

Mengapa Sangat Benci Muslim Rohingya? Alasan Biksu Wirathu Ini Sangat Mengejutkan



Mengapa Biksu Wirathu sangat benci terhadap Muslim Rohingya hingga kemudian melancarkan kampanye provokatif yang menyulut pembantaian, padahal dalam teorinya agama Budha mengajarkan kedamaian dan kasih sayang? Pria pencetus gerakan anti-Islam 969 itu berdalih, muslim Rohingnya adalah anjing gila.

Hal itu tidak disebutkan Wirathu secara sembunyi-sembunyi tetapi langsung dikatakannya dalam khutbah yang diliput media internasional, menggambarkan betapa secara terang-terangan ia memproklamirkan diri sebagai musuh Islam.

“Anda bisa berikan kebaikan dan rasa kasih, tetapi Anda tidak bisa tidur di samping anjing gila,” kata Wirathu seperti dikutip The New York Times, 21 Juni 2013. Yang dimaksud "anjing gila" oleh Wirathu adalah Muslim Rohingya sebagaimana tema khutbahnya.

Telah dua tahun pidato anti-Islam itu didengungkan Wirathu dan hingga kini ia tidak berubah. Masih memusuhi Muslim Rohingya, bahkan memprovokasi kaum Budha untuk memboikot dan membantai mereka.

Seperti dirangkum BersamaDakwah, Biksu Wirathu lahir pada 10 Juli 1968. Ashin Wirathu, nama lengkapnya. Ia yang mencetuskan gerakan ‘969’; sebuah gerakan anti-Islam yang kemudian membantai muslim Rohingya dan mengusir mereka dari tanah kelahirannya.

Catatan hitam Wirathu mencuat sejak tahun 2001. Waktu itu ia menghasut kaum Budha untuk membenci muslim. Hasilnya, kerusuhan anti-Muslim pecah pada tahun 2003. Wirathu sempat mendekam di penjara. Namun ia dibebaskan tepatnya pada tahun 2010 atas amnesti amnesti yang juga diberikan untuk ratusan tahanan politik.

Wirathu kini menjabat sebagai kepala di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks luas itu Wirathu memimpin puluhan biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di daerah tersebut. Dari basis kekuatannya itulah Wirathu memimpin gerakan anti-Islam “969”.

Entah sejak kapan Wirathu mendengungkan kampanye. Namun kampanye provokatif itu mulai meluas pada awal 2013. Ia berpidato di berbagai tempat, menyalakan kebencian kaum Budha atas umat muslim. Selain melalui pidato, gerakan 969 juga menyebar dengan cepat melalui stiker, brosur dan sebagainya. Kebencian dan anti-Islam meluas dengan cepat, berbuah pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya.

Ribuan muslim Rohingya dilaporkan terbunuh dalam pembantaian selama beberapa tahun terakhir. Sisanya bertahan hidup dengan keterbatasan dan ketertindasan. Ratusan orang mencoba pergi menyelamatkan diri, pada Mei 2015 sampai di Aceh setelah mengarungi laut lepas dengan kapal sederhana.

Dan pekan ini, militer Myanmar dilaporkan telah menghancurkan desa-desa yang dihuni Muslim Rohingya. Serangan itu dilakukan pada Oktober lalu namun citra satelit yang menunjukkan hancurnya desa baru tersebar pada pekan ini. [tarbiyah]

Friday, November 18, 2016

Inilah Penembak Mati Imam Masjid New York, Tak Ada Media Sebut Teroris



Imam Masjid Jame Al-Furqan New York dan asistennya ditembak mati usai menjalankan ibadah shalat, Sabtu (13/8/2016) lalu. Polisi kini telah menangkap pelakunya, namun tak ada satu pun media yang menyebutnya sebagai teroris.

Polisi membekuk Oscar Morel. Pria berusia 35 tahun didakwa kepemilikan senjata api dan pelaku pembunuhan imam masjid Maulama Akonjee dan Thara Uddin. Kedua warga muslim AS keturunan Bangladesh berusia 55 tahun dan 64 tahun itu ditembak Morel pada Sabtu (13/8/2016) siang dan dimakamkan pada hari Senin (15/8/2016) dengan dihadiri ratusan warga New York.

Kepala Kepolisian New York, Detektif Robert Boyce, menjelaskan bagaimana Morel bisa tertangkap. Awalnya, Morel terekam kamera berada di Ozone Park, tempat kejadian saat penembakan terjadi. 

Sejumlah saksi mata menguatkan, mobil Chevy TrailBlazer warna hitam milik Morel terlihat meninggalkan Ozone Park usai penembakan. 

Selang sekira 10 menit setelah penembakan, Morel terlibat insiden lalu lintas di jarak 4,8 kilometer dari lokasi penembakan. Penyelidikan insiden lalu lintas itu kemudian berlanjut ke penyelidikan penembakan. Morel ditangkap pada har Ahad (14/8/2016), namun saat itu ia belum dijerat sebagai pelaku penembakan.

Yang menarik, tak ada satu pun media Barat yang menyebut Morel sebagai teroris. “Mungkin karena korbannya adalah muslim,” kata sebagian netizen yang memperhatikan jika ada kejadian sebaliknya yakni korban non muslim dan pelakunya muslim, pasti segera ramai berita berjudul teroris. [tarbiyah]

Wednesday, November 16, 2016

Wow 5 Militer Negara ini Ternyata Pernah dilatih Oleh TNI



Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dikatakan punya kemiliteran yang juwara di Asia Tenggara. Bahkan jika dilihat dari peringkat dunianya, kemiliteran Indonesia menempati peringkat 11 dari 126 negara di dunia.

Dan hebatnya lagi , kemiliteran Indonesia pernah menjadi panutan negara lain. Ada beberapa negara yang ternyata pernah di latih oleh TNI.

Seperti yang dilansir dari viva.co.id, inilah dia diantaranya :

1. Negara-Negara Afrika Utara Berguru Kepada Kopassus

Salah satu milter negara asing yang pernah di latih oleh Indonesia yakni negara Afrika yang dikabarkan telah berguru dengan kopassus.

Kopassus merupakan salah satu korps elit terbaik di Indonesia yang punya banyak prestasi baik untuk kompetisi maupun misi-misi.

Sementara kepelatihan Kopassus di negara-negara Afrika Utara ini diketahui banyak memberikan pelajaran soal bertahan hidup, strategi, bela diri, dan tidak tergantung akan peralatan canggih dengan hasil sesuai dengan konsep pelatihan yang ada di Kopassus.

2. Pasukan Super Elit Kamboja Pun Berguru Kepada Kopassus

Dengan banyaknya prestasi yang dimiliki Kopassus ini membuat banyak negara asing berminat mengikuti pelatihan Kopassus ini seperti Kamboja.

Dalam pelatihan untuk negara Kamboja ini, TNI Indonesia memutuskan untuk mengutus unit elit bernama Batalyon Para-Komando 911.Tentara elit tersebut diketahui sebagai salah satu yang paling gahar di Kamboja. Dan semenjak sering dilatih oleh Kopassus skill mereka naik dengan pesat.

3. Timor Leste Juga Pernah Meminta Dilatih Indonesia

Negara Timor Leste juga dikabarkan pernah meminta untuk dilatih TNI Indonesia sejak tahun 2012 lalu . Wakil Panglima militer Timor Leste, Filomeno Da Paixa De Jesus meminta tentara Indonesia untuk bisa melatih tentara-tentaranya. Namun dari pihak TNI sendiri berusaha untuk melakukan bisnis menguntungkan , mereka menyarankan Timor Leste untuk sekalian membeli atribut militer dari Indonesia mulai dari senjata buatan Pindad sampai seragam militer dari Sritex.

4. Brunai Juga Pernah Dilatih Oleh Kopassus

Brunei juga dikabarkan telah tertarik untuk merekrut pasukan elit Indonesia sebagai pelatih mereka. Bahkan keahlian menembak yang dimiliki TNI Indonesia ini membuat Brunei berniatmenyewa Kopassus untuk melatih grup tembak mereka yang akan tampil dalam sebuah ajang.

5. Myanmar Pun Kesengsem Dengan TNI

Negara Myanmar juga meminta agar militer mereka dilatih oleh Kopassus dari Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam ajang Asean Armies Rifle Meet (AARM) di tahun 2014 lalu, dimana TNI bisa mencatatkan rekor kemenangan yang  dengan mmemboyong 29 dari 45 medali emas . Sejak itu , TNI juga kebanjiran tawaran melatih di negara-negara tetangga.

Sumber: http://palingseru.com/86275/wow-5-militer-negara-ini-ternyata-pernah-dilatih-oleh-tni

Sunday, October 30, 2016

Dari Kecil Hidup di Jalan dan Makan dari Tempat Sampah, Pemuda Ini Dapat Beasiswa Kuliah di Jerman



Setiap anak membutuhkan pendidikan yang berguna untuk meningkatkan taraf hidup.

Sayangnya, bagi sejumlah orangtua, pendidikan adalah sesuatu yang tidak mudah didapatkan.

Kemiskinan menjadi pemicunya. Beberapa orangtua menilai uang yang didapatkan dari hasil bekerja lebih baik digunakan untuk membeli bahan makanan dibandingkan disimpan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka.

Saat sejumlah anak-anak kesulitan mendapatkan pendidikan, ada saja yang sudah memiliki kesempatan duduk di bangku sekolah tidak dimanfaatkan dengan baik.

Bagi anak-anak seperti itu, sebaiknya melihat contoh yang diperlihatkan seorang pemuda bernama Daniel Dejapin.

Sejak usia enam tahun, Daniel harus hidup di jalan, makan dari sisa makanan yang ditemukan di tempat sampah, dan bertahan hidup dari kerasnya dunia jalanan.

Keputusan Daniel untuk memilih hidup seorang diri di jalanan dipicu oleh sikap kedua orangtuanya yang merupakan pemabuk berat.

Untuk bertahan hidup, dia menjual bunga mawar, selama menjajakan dagangannya, ia kerap mendapat perlakukan kasar baik fisik dan perkataan.
Uang yang didapatkannya dari hasil jualan bunga mawar, ia tabung untuk biaya pendidikannya.

Dia belajar dengan giat dan berhasil mendapatkan beasiswa belajar di Aguinaldo International School.

Kegigihan dan kecerdasan yang dimiliki Daniel membuat seorang guru menaruh perhatian khusus padanya.

Daniel kemudian disarankan untuk melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah dan mengikuti seleksi beasiswa dari UWC (United World College).

Tak banyak pikir, Daniel pun mendaftar dan mengkikuti berbagai tes beasiswa,
Hingga pada pagi harim dia menerima pesan yang mengubahhidupnya.

Pesan tersebut menyatakan, dia lolos dan berhak menerima full beasiswa untuk belajar di The Robert Bosch United World College, Jerman.

Sumber : http://sumsel.tribunnews.com/2016/10/27/dari-kecil-hidup-di-jalan-dan-makan-dari-tempat-sampah-pemuda-ini-dapat-beasiswa-kuliah-di-jerman